Laporkan Masalah

KONSEP RELASI SUAMI-ISTRI DALAM FENOMENA PERCERAIAN DI INDONESIA PERSPEKTIF KONSEP CINTA ERICH FROMM

Gregorius Ray Anugrah Putra, Dr. Septiana Dwiputri Maharani, S.S., M.Hum, Dr. Agus Himmawan Utomo, S.S., M.Ag.

2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT

Perceraian adalah keputusan pengadilan atas berakhirnya ikatan pernikahan. Terjadinya perceraian menimbulkan dampak-dampak negatif, yang dapat dikategorikan sebagai masalah sosial, filsafat manusia, ekonomi, dan psikologi, terutama kepada anak-anak yang lahir dari kedua pasangan suami-istri yang bercerai. Di Indonesia, kasus perceraian masih terus terjadi, sebagaimana yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik Indonesia. Hal ini menunjukan bahwa masalah perceraian belum diselesaikan secara tuntas, sehingga penelitian terhadap masalah ini masih perlu dilakukan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar atau penyebab mendasar dari relasi suami-istri yang diakhiri oleh perceraian menggunakan konsep cinta dalam perspektif filsafat manusia Erich Fromm.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bidang filsafat manusia dengan menggunakan model penelitian mengenai masalah aktual. Analisis data menggunakan metode hermeneutika-filosofis dengan unsur metodis interpretasi, induksi dan deduksi, deskripsi, dan refleksi kritis peneliti

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa akar atau penyebab mendasar dari terjadinya perceraian adalah kegagalan dalam mencintai. Kegagalan dalam mencintai disebabkan oleh dua hal: Pertama, cinta lebih banyak dipahami sebagai sensasi atau perasaan saja, bukan sebagai tindakan aktif dengan orientasi memberi potensi diri yang membutuhkan kesadaran, pemahaman dan keterampilan. Kedua, pihak-pihak yang bercerai tidak mampu mengatasi rasa teralienasi dan terasing dari diri sendiri, sehingga relasi yang terjalin bersifat narsistik, egoistik, dan transaksional. Hal ini yang menjadi dasar timbulnya konflik-konflik dalam pernikahan, yang mengakibatkan ikatan pernikahan harus diakhiri dengan perceraian.  

Divorce is a court decision on the termination of a marriage. Divorce has negative impacts, which can be categorized as social, philosophical, economic, and psychological problems, especially for children born to divorced couples. In Indonesia, divorce cases continue to occur, as recorded by the Indonesian Central Statistics Agency. This indicates that the issue of divorce has not been fully resolved, so research on this issue is still needed. This study aims to analyze the root causes of marital relationships that end in divorce using the concept of love from the perspective of Erich Fromm's human philosophy.

This research is a qualitative study in the field of human philosophy using a research model on current issues. Data analysis uses the philosophical hermeneutics method with elements of interpretive methodology, induction and deduction, description, and critical reflection by the researcher.

The results of this study indicate that the root cause or underlying cause of divorce is a failure to love. This failure to love is caused by two factors: First, love is often understood merely as a sensation or feeling, rather than as an active act oriented toward giving one's potential self, which requires awareness, understanding, and skill. Second, the parties involved in divorce are unable to overcome feelings of alienation and estrangement from themselves, resulting in relationships that are narcissistic, egoistic, and transactional. This is the foundation for the conflicts that arise in marriage, leading to the dissolution of the marital bond through divorce.  

Kata Kunci : Filsafat Manusia, Cinta, Relasi Suami-Istri, Perceraian

  1. S1-2025-429614-abstract.pdf  
  2. S1-2025-429614-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-429614-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-429614-title.pdf