Perencanaan Transit-Oriented Development pada Kawasan Stasiun Depok dengan Karakter Kampung
Muhammad Rafi Suryopambudi, Prof. Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP., M.Sc., Ph.D. IPU.
2025 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Stasiun Depok merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe A di Kota Depok yang menjadi pemberhentian layanan KRL Commuter Line jalur Jakarta Kota - Bogor. Meskipun ditetapkan sebagai stasiun kelas besar yang melayani rata-rata 23.000 penumpang setiap harinya, namun kondisi infrastruktur di sekitar stasiun yang semrawut oleh lalu lintas kendaraan bermotor dan aktivitas ekonomi lokal membuat peralihan antar moda di kawasan ini menjadi kurang nyaman. Selain itu, pemukiman padat penduduk berupa perkampungan yang tumbuh secara organik di sekitar stasiun menjadi tantangan tersendiri dalam melakukan pengembangan Stasiun Depok dalam menunjang fungsinya sebagai salah satu simpul transit di Kota Depok.
Tujuan perencanaan ini adalah menata kawasan Stasiun Depok menjadi sebuah kawasan Transit-Oriented Development yang terintegrasi namun dengan tetap menyesuaikan dengan karakter pemukiman kampung eksisting yang ada. Elaborasi konsep dilakukan dengan deduksi dari referensi terkait TOD, urban design, dan penataan kampung. Metode analisis data yang digunakan adalah Gap Analysis, dimana hasil pengamatan kondisi eksisting dibandingkan dengan kriteria ideal untuk mencari celah yang perlu diisi dengan intervensi perencanaan. Perencanaan ini dipandu dengan metode yang diadaptasi dari konsep Design Thinking.
Konsep perencanaan yang diusulkan adalah “Depok Station Vibrant Community Hub” yang menekankan enam aspek utama: intensifikasi guna lahan campuran, pengaturan fisik bangunan dan lingkungan, peningkatan mobilitas pejalan kaki dan pesepeda, integrasi transportasi umum, akomodasi aktivitas masyarakat, serta pengelolaan lalu lintas dan parkir. Pengembangan rencana dilakukan berdasarkan alternatif terpilih yakni pendekatan transformatif yang berorientasi pada peningkatan citra kawasan Stasiun Depok sebagai simpul transit utama Kota Depok.
Depok Station is a Class-A major railway station in Depok City that serves as a stop for Jakarta Kota - Bogor Commuter Line route. Despite its status with an average of 23.000 daily passengers, the infrastructure in the surrounding area suffers from chaotic motorized vehicle traffic and informal economic activities, making intermodal transfers inconvenient. Furthermore, the densely populated, organically grown urban village (kampung) surrounding the station poses a significant challenge to develop Depok Station as one of transit hub in Depok.
This planning aims to organize the area around Depok Station into an integrated Transit-Oriented Development (TOD) while respecting the character of the existing kampung neighborhood. The concept was elaborated through deduction from TOD, urban design, and kampung revitalization literature. Data analysis was conducted using Gap Analysis by comparing existing conditions with ideal criteria, to find the gap needed to be filled by planning interventions. Planning method adapted from Desing Thinking concept is used to guide this planning.
The proposed concept, “Depok Station Vibrant Community Hub” focuses on six key aspects: mixed-land use intensification, built-environment improvement, pedestrian and cyclist mobility enhancement, public transit integration, local community activity accommodation, and traffic and parking management. The selected planning alternative adopts a transformative approach to enhance both the image and functionality of Depok Station as the city’s primary transit node.
Kata Kunci : Transit Oriented Development, Stasiun Depok, Mobilitas Berkelanjutan, Rancang Kota, Kampung Kota