Laporkan Masalah

Evaluasi kualitas lingkungan sekitar instalasi pengolahan air limbah rumahtangga :: Studi kasus lingkungan sekitar instalasi pengolahan air limbah rumahtangga di Dusun Cepit Desa Pendowoharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Propinsi DIY

KURNIAWAN, Roan, Drs. Suprapto Dibyosaputro, M.Sc

2005 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Salah satu pengelolaan air limbah di Propinsi DIY adalah pengolahan air limbah rumahtangga secara terpusat yang melayani sebagian Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan sebagian Kabupaten Bantul. Bagian dari pengolahan air limbah rumahtangga secara terpusat adalah instalasi pengolahan air limbah rumahtangga (IPAL) secara terpusat yang dirancang dengan sistem pengolahan air limbah menggunakan sistem aerasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis penurunan tingkat kualitas lahan sekitar instalasi pengolahan air limbah rumahtangga secara terpusat; (2) menganalisis penurunan tingkat respon masyarakat sekitar instalasi pengolahan air limbah rumahtangga secara terpusat; (3) menganalisis penurunan tingkat kualitas lingkungan sekitar instalasi pengolahan air limbah rumahtangga secara terpusat berdasarkan penurunan tingkat kualitas lahan dan penurunan tingkat respon masyarakat sekitarnya. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling untuk sampel kualitas lahan (tanah dan air tanah) dan sampel respon masyarakat (responden). Pengambilan sampel berdasarkan pada peta unit penelitian yang dibuat dari overlay peta penggunaan lahan, peta administratif, dan peta pola gerakan air tanah Dusun Cepit Desa Pendowoharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Propinsi DIY. Sampel penelitian berupa tanah, air tanah, dan kepala keluarga. Data hasil analisis laboratorium untuk air tanah dibandingkan dengan kriteria mutu air dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, sedangkan data hasil analisis laboratorium untuk tanah dibandingkan dengan kriteria tanah yang baik sebagai penyaring air limbah rumahtangga dalam USDA 1978 dan Hardjowigeno 1988. Kedua data tersebut diskoring untuk menentukan tingkat kualitas lahan, kemudian digabung dengan hasil analisis tingkat respon masyarakat untuk menentukan tingkat kualitas lingkungan. Hasil analisis dalam penelitian ini, menunjukkan kualitas lahan sekitar IPAL berada pada tingkat kualitas lahan II berdasarkan nilai skoring 41 dengan skala interval 31 - 43 dan juga menunjukkan respon negatif dari masyarakat sekitar IPAL berdasarkan hasil wawancara yang diperkuat dengan analisis statistik chi kuadrat. Berdasarkan hasil analisis tingkat kualitas lahan dan analisis tingkat respon masyarakat dapat disimpulkan bahwa tingkat kualitas lingkungan sekitar IPAL berada pada tingkat kualitas lingkungan II.

One of waste water management in Yogyakarta province is a centralized domestic waste water management which serves part of Sleman district, Yogyakarta city, and also part of Bantul district. Part of waste water management is centralized domestic waste water management installation that is designed with domestic waste water management system by using aeration system. Actually the purpose of the research are to : (1). Analyze the decrease of the land quality level around centralized domestic waste water management installation; (2). Analyze the decrease of the society respond level around centralized domestic waste water management installation; (3). Analyze the decrease of the enviroment quality level around centralized domestic waste water management installation based on land quality decreased and the decrease of society respond around it. The sample derivation method is purposive sampling for land quality (soil & groundwater) and society respond. Sample was taken based on land unit map that is made from overlay of land use map, administratif map, and groundwaters contour map Cepit orchard Pendowoharjo village, Sewon sub district, Bantul district, Yogyakarta province. The research sample are soil, groundwater, and chief of family. The datas for groundwater compared with the water quality criteria in the Republic of Indonesia goverment regulation number 82 in 2001 about water quality management and water polution control, also data from laboratory analysis result for soil which is compared by criteria of soil as domestic waste water filter in USDA (1978) and Hardjowigeno (1988). The both datas are scored to determine the land quality level, then it is combined with society respond level analysis result for determine enviroment quality level. The analysis result of the research, shows the land quality around centralized domestic waste water management installation which exist in the land II quality level according to the scoring value 41 (interval scale 31 – 43) and also shows negative responsd from society around centralized domestic waste water management installation according to the interview result. According to the land quality level and society respond result analize can be concluded that enviroment quality level around centralized domestic waste water management installation in the enviroment II quality level.

Kata Kunci : Kualitas Lingkungan,Pengolahan Air Limbah Rumah Tangga, centralized domestic waste water management installation, land quality, society respond, enviroment quality.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.