Keluar Dari Jebakan Hegemony Orde Baru: Agency Generasi Muda Dalam Melihat Peristiwa G-30-S 1965 Melalui Refleksi Pengalaman Pribadi
Yudhistira Adimanggala Kalinggajaya, Evi Lina Sutrisno, M.A., Ph.D.
2025 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN
Penelitian
ini bertujuan untuk memahami bagaimana generasi muda, khususnya penulis sebagai
bagian dari keluarga penyintas 1965, mengalami, mempertanyakan, dan melawan
hegemoni narasi resmi Orde Baru tentang peristiwa G-30-S 1965. Menggunakan
pendekatan autoetnografi, penulis merefleksikan pengalaman pribadi dalam
menerima narasi dominan sejak kecil hingga akhirnya mengalami titik balik
melalui interaksi dengan narasi alternatif, khususnya melalui seni pertunjukan
dan diskusi bersama para penyintas. Temuan menunjukkan bahwa internalisasi
hegemoni berlangsung melalui pendidikan, media, dan keluarga, namun dapat
dipatahkan ketika individu memiliki akses terhadap ruang diskusi demokratis dan
sumber informasi alternatif. Penelitian ini memperlihatkan pentingnya
keberanian dan refleksi kritis dalam membentuk identitas baru (technology of
the new self), serta bagaimana narasi
tandingan (counter-hegemony) dapat menjadi bentuk resistensi terhadap kekuasaan
yang menindas dan menutupi kebenaran Kontribusi
utama penelitian ini terletak pada upayanya mendokumentasikan proses personal
resistensi ideologis dan menawarkan perspektif baru dalam studi memori sejarah
dan rekonsiliasi.
This research aims to understand how the younger generation particularly the author, as part of a family of 1965 survivors experiences, questions, and resists the hegemonic New Order narrative about the G-30-S 1965 event. Using an autoethnographic approach, the author reflects on personal experiences of internalizing the dominant narrative from childhood until reaching a turning point through encounters with alternative narratives, especially through performing arts and discussions with survivors.
The findings reveal that the internalization of hegemony occurs through education, media, and family, yet it can be disrupted when individuals gain access to democratic spaces of dialogue and alternative sources of information. This research highlights the importance of courage and critical reflection in shaping a new identity (technology of the new self), as well as how counter-narratives can serve as a form of resistance against oppressive power that obscures the truth.
The main contribution of this study lies in its effort to document the personal process of ideological resistance and to offer a new perspective in the study of historical memory and reconciliation.
Kata Kunci : Hegemoni; Orde Baru; Counter-Hegemony; Autoetnografi; Narasi Alternatif