Kesesuaian lingkungan perairan untuk pengembangan rumput laut di Pantai Wainyapu, Kecamatan Kodi Bangedo Kabupaten Sumba Barat, Propinsi NTT
WELLO, Woldeman Herman, Prof.Dr. Dulbahri
2005 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan (Magister Pengelolaan LingkungaRumput laut merupakan istilah yang dipakai secara umum untuk menggambarkan alga laut ukuran besar yang masuk dalam kelompok alga hijau, alga merah, alga coklat, alga biru dan bernilai ekonomi tinggi serta telah dibudidayakan diberbagai daerah pesisir. Salah satunya adalah jenis Eucheuma cottonii dari Divisi Rhodophyta (alga merah) yang dikembangkan di perairan pesisir Wainyapu. Untuk melakukan budidaya rumput laut, faktor kesesuaian lingkungan sangat memegang peranan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesesuaian lingkungan perairan pesisir Wainyapu serta melihat persepsi dan sikap masyarakat Desa Wainyapu terhadap kegiatan budidaya ini, berdasarkan faktor pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, dan penghasilan. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer hasil pengukuran parameter hidro-oseanografi: suhu, kedalaman air, arus, gelombang, salinitas, pH, DO, nitrat, phospat, kekeruhan, serta kuisioner dan wawancara untuk persepsi dan sikap masyarakat serta data sekunder yang mendukung penelitian. Analisis data menggunakan metode pembanding untuk kesesuaian perairan dan teknik tanam, serta tabel frekwensi untuk persepsi dan sikap masyarakat. Dari hasil yang diperoleh, dapat dijelaskan bahwa budidaya rumput laut di perairan pesisir Wainyapu kurang sesuai berdasarkan faktor kecepatan arus dan gelombang, karena mengakibatkan kerusakan pada lokasi budidaya namun sesuai untuk parameter ukur lainnya, sehingga rumput laut memiliki pertumbuhan yang cukup pesat. Kondisi ini dapat diatasi dengan cara pengurangan berat awal tanaman ketika akan ditanam dari 100 gr/ikat menjadi 70 gr/ikat, sehingga pada saat mencapai hari ke 45 atau lebih, rumput laut sudah bisa dipanon. Teknik budidaya yang baik diterapkan adalah lepas dasar (off-bottom method), karena dapat mendukung pertumbuhan dan menghindarkan rumput laut dari serangan musuh alami seperti bulu babi, bintang laut, siput laut. Persepsi dan sikap masyarakat terhadap budidaya rumput laut sangat positif, terutama jika dilihat dari faktor penghasilan dan pekerjaan. Dengan bertani rumput laut, masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan dan meliwati musim. paceklik dengan lebih baik Karena itu, kegiatan budidaya rumput laut di perairan pesisir Wainyapu dapat terus dikembangkan dengan memperhatikan kesesuaian lingkungan yang ada, baik pengelolaan lingkungan pesisir yang seimbang maupun kehidupan masyarakat Desa Wainyapu.
Seaweed is a term used generally to describe big sea algae included in green algae, red algae, brown algae, blue algae groups and having high economic value. It has been cultured in some coast areas. One of them is Eucheuma cottonii of Rhodophyta division (red algae) that is cultivated in Wainyapu coast. In cultivating seaweed, environmental suitability is very important. This research aimed to analyze environmental suitability of Wainyapu coast and perception and attitude of Wainyapu people on this aqua culture activity, based on education, knowledge, occupation and income factor. Data used in this research is primary data on result of measuring hidryooceanography parameters: temperature, water depth, current, wave, salinity, pH, DO, nitrate, phosphate, turbidity, and questionnaire and interview for people perception and attitude, as well as secondary data supporting this study. Data was analyzed using comparative method for watering suitability, planting method, and frequency table for people perception and attitude. The result indicated that sea weed aquaculture in Wainyapu coast is less suit based on current speed and wave, that lead to damages on culture location but suit based on other parameters, so sea weed can grow rapidly. The condition can be solved with reducing early weight when would be cultivated from 100 gr/bundle to 70gr/bundle, so in the day 45, the seaweed can be harvested. The good planting method used is off-bottom method, because it can support its growth and avoid seaweed from attack of natural enemies such as bulu babi, starfish, and snail fish. People perception and attitude is very positive, especially when considered from income and occupation factors. By cultivating seaweed, people can increase their welfare and pass scarcity time better. Therefore, seaweed aquaculture activity in Wainyapu coast can be continuously developed by considering environmental suitability, either balance coastal environment management of life of Wainyapu people
Kata Kunci : Lingkungan Perairan,Budidaya Rumput Laut, suitability, seaweed, aquaculture, people