Kegiatan ekonomi wanita Bali: di Banjar Tohpati, Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, Kotamadya Dati II Sendapasar
Ida Ayu Arini, Ir. Ken Suratiyah, M.S.
1996 | Tesis | S2 KependudukanINTISARI Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kegiatan dan jumlah jam kerja untuk meningkatkan pendapatan, hubungan sosial demografi dengan jumlah jam kerja wanita di sektor publik, serta kegunaan, mengetahui siapa yang mengambil keputusan dalam penggunaan pendapatan tersebut, dan mengetahui perubahan-perubahan kegiatan wanita dalam kurun waktu lima sampai sepuluh tahun terakhir. Penelitian ini dilakukan di Banjar Tohpati Desa Kesiman Kertalangu, sampel diambil sebanyak 118 orang. Pemilihan sampel ditentukan secara acak sederhana. Teknik analisis yang digunakan adalah tabel frekuensi, tabel silang dengan tes statistik korelasi Pearson Product Moment, Uji Beda dua rata-rata dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata umur wanita 40 tahun. Pendidikan mayoritas sekolah dasar (SD). Rata-rata jumlah anak yang dimiliki 2,7 orang dan rata-rata jumlah tanggungan keluarga 5 orang. Jenis pekerjaan yang ditekuni oleh wanita yakni; karyawan, pedagang/wiraswasta, petani dan buruh. Alokasi waktu yang dicurahkan untuk beker- ja di sektor publik rata-rata 57 jam per minggu. Dari jumlah jam kerja tersebut diperoleh pendapatan terendah kurang dari Rp. 37.500,- perminggu dan tertinggi lebih dari Rp. 62.500 per-minggu, dengan rata-rata Rp. 66.500,- per minggu, besarnya sumbangan pendapatan wanita terhadap pendapatan total rumahtangga sebesar 36,7 persen. Dari hasil analisis korelasi ada 3 faktor yang berhu- bungan dengan curahan waktu kerja publik. Faktor-faktor tersebut adalah pendapatan wanita perbulan, pendidikan dan umur anak terakhir. Pendapatan wanita per-bulan mempunyai hubungan positif dengan jam kerja publik (r = 0,2944), pen- didikan mempunyai hubungan negatif dengan jam kerja publik (r=-0,3125) dan umur anak terakhir mempunyai hubungan posi- tif namun kecil dengan jam kerja publik (r=0,1666). Dari analisis uji beda dua rata-rata terbukti bahwa pendapatan yang digunakan untuk kegiatan lain/bersama Rp. 239618,- berbeda secara nyata dengan pendapatan yang digunakan untuk kegiatan individu yaitu Rp. 26475,-. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suami dominan dalam pengambilan keputusan pada non makanan, sedangkan pada makanan dan minuman, istri yang lebih dominan. Antara suami dan istri bersama-sama pada pendidikan anak, dengan pengaruh suami yang lebih dominan. Telah terjadi pergeseran kegiatan dari sektor pertanian ke sektor non pertanian, dan pergeser- an yang paling dominan pada sistem sosial. Kata Kunci: Kegiatan Ekonomi Wanita, Curahan Waktu Kerja, Pendapatan, Pengambilan Keputusan.
ABSTRACT The main aims of the study are to investigate the type of activities and the number of working hours done by female workers to be able to increase their income, to investigate the relation of socio-demography towards the number of working hours of women in the public sector, to find out what the money has been spent as a result of the family income inprovement. The study also aims at investigating which of the family member is the decision maker in the household, and at finding out the changes of activities of the women during the five to ten years. The study was conducted in Banjar Tohpati in Kesiman Kertalangu Village. Samples were consisted of 118 respond- ents, through simple random sampling. Data analysis was conducted by using frequency tables, cross tabulation with Correlation Statistical Tests of Pearson Product Moment, Difference of Two-Means Tests, and qualitative analysis. The study shows that the means of women age is 40 years. The majority of women have primary school education and have an average of 2.7 children, and with five members of household costs. Respondents work as offi- cials, small-scale traders, entrepreneurs, farm hands, and manual labourers. The means of time allocation in the public sector among officials is 57 hours per week. Their average monthly income ranged between Rp. 37.500 and Rp. 62.500. with means Rp. 66.500. The income distribution of the female workers to the total household income reached to 36.7 per- cent. Three factors of the correlation analysis that have certain relation with the public working hours are the monthly income of the female worker, level of education, and age of the youngest child. The monthly income of female workers has positive relation with working hours (r=0,2944), while level of education has negative relation with public working hours (r=-0,3125), whereas age of the youngest child - though small has a positive relation with public working hours (r=0,1666). The difference of two-means tests have proved that income money spent collectively differs dis- tinctly (Rp. 239.618) from that used for individual activi- ties (Rp. 26.475). The study also shows that in decision making on certain matters in the household the husband dominates on non-food, while in food and baverages the wives do. Husbands wives share together in the child education. Certain shifts occur from farm sector to non-farms, while the most dominant shift occurs in the social system. Key word: Women economic activities, Time alocation to work, Income, Decision Making
Kata Kunci : Kegiatan Ekonomi Wanita, Curahan Waktu Kerja, Pendapatan, Pengambilan Keputusan