Laporkan Masalah

Pengaruh kondisi sosial ekonomi penduduk pendatang terhadap pemilihan lokasi permukiman di daerah banjir Kecamatan Gayamsari Kota Semarang

Moch Arifien, Prof.Dr. A.J. Suharjo, M.A.

2001 | Tesis | S2 Geografi

INTISARI Tujuan penelitian ini adalah mengkaji preferensi atau kecenderungan penduduk pendatang memilih lokasi permukiman di daerah banjir sehubungan dengan kemampuan kondisi sosial ekonominya. Dengan demikian materi pokok penelitian ini adalah : (a) kondisi sosiai ekonomi penduduk pendatang yang indikatornya meliputi : tingkat pendidikan, lapangan penghidupan dan ketenagakerjaan yang ditekuninya, penghasilan dan pengeluaran, serta kemampuan menguasai lahan dan kualitas rumah, (b) kondisi lokasi permukiman yang indikatornya meliputi : potensi banjir, aksessibilitas yang berkaitan dengan jarak, biaya dan waktu tempuh serta kemudahan yang dapat dinikmati oleh penduduk pendatang dari tempat tinggalnya menuju ke pasar, tempat bekerja, pusat pelayanan kesehatan dan tempat pendidikan serta harga lahan yang dapat dijangkau oleh penduduk pendatang. Penelitian ini lebih ditekankan pada pendekatan sosial ekonomi, dan potensi lokasi permukiman sebagai dasar kajian. Di daerah penelitian terdapat empat wilayah kelurahan yang berpotensi banjir setiap tahunnya terutama pada saat musim hujan yaitu kelurahan : Pandean lamper dan Gayamsari merupakan daerah rawan banjir, Kaligawe dan Tambakrejo merupakan daerah banjir digunakan pula sebagai daerah permukiman yang distribusinya dapat diamati dengan jelas pada peta penggunaan lahan dan peta rawan bencana. Kecenderungan penduduk pendatang memfflh lokasi permukiman lebih banyak dipengaruhi oleh lapangan pekerjaan yang diperolehnya, kemampuan ekonomi, harga lahan serta aksessibilitas atau kemudahan yang dapat diperoleh penduduk dalam memenuhi kebutuhan hidupnya di daerah penelitian, sedangkan potensi banjir yang sering menimbulkan berbagai permasalahan pada saat terjadi banjir ada kecenderungan sedikit diabaikan karena merasa masih mampu untuk menanggu-langinya atau setidaknya meminimalkan kerugian yang akan ditanggung. Upaya menqantisipasi dampak negatif dari terjadinya banjir pada saat musim hujan oleh penduduk pendatang dilakukan dengan berbagai tindakan pencegahan yaitu membersihkan saluran air secara rutin, memperbaiki saluran yang rusak, meninggkan jalan Iingkungan yang tergenang banjir, serta meninagikan lantai rumah maupun membuat tanggul pengaman banjir pada pintu masuk dan keluar rumah bagi penduduk yang kurang mampu. Korelasi dari sejumlah indikator sosial ekonorni penduduk pendatang terhadap pemilihan lokasi permukiman berdasarkan uji koefisien korelasi r membuktikan bahwa ada sebagian indikator kondisi sosial ekonomi penduduk pendatang yang mempunyai hubungan signifikan dengan pemilihan lokasi permukiman di daerah banjir yaitu : (a) jenjang pendidikan (x1) dengan pemilihan lokasi permukiman berpotensi banjir (y1) menunjukkan korelasi terbalik, r = -0,1074 > P 0,354; r2 = 0,0114 yang makna pengaruh x1 terhadap y1 = 1,14 %; (b) xl dengan pemilihan lokasi permukiman atas dasar harga lahan (y3), r = 0,1879 > P 0,102; r2= 0,0353 yang makna pengaruh x1 terhadap y3 = 3,53 %; (c) lapangan penghidupan dan ketenagakerjaan (x2) dengan aksessibilitas lokasi permukiman (y2), r = 0,1677 > P 0,145; r2 = 0,0281 yang makna pengaruh x2 terhadap y2 = 2,81 %; (d) pendapatan dan pengeluaran keluarga (x3) dengan y2, r = 0,1136 > P 0,325; r2 = 0,0129 yang makna pengaruh x3 terhadap y2 = 1,29 %; (e) pendapatan dan pengeluaran keluarga (x3) dengan y3, r = 0,1845 > P 0,108; r2 = 0,0340 yang makna pengaruh x3 terhadap y3 = 3,40 %; (f) kemampuan menguasai lahan dan kualitas rumah (x4) dengan y1, r = - 0,1839 > P 0,109; r2 = 0,0338 yang makna pengaruh x4 terhadap yl = - 3,381 %; (g) x4 dengan y3, r = 0, 4253 > P 0,000; r2 = 0,1808 yang makna pengaruh x4 terhadap y3 = 18,08 %.

ABSTRACT This research aims to study the in-migrating residents preference to choosing the settlement Iocation in the flood area of Gayamsari Sub district, Semarang City. The main concern of the study includes of (a) the social economic condition of the people, indicated by : level of education, occupation, income and expenditur, Iand owning and house quality; (b) the settlement location condition, indicated by flood potential , accessibility related with distance, travel cost and time, public facilities, and land price. The study is mainly based on the social economic approach and the settlement location potential. There are four villages potentially flood area to be studieds : Pandeanlamper, Gayamsari, Kaligawe and Tambakrejo villages, where all those villages occupied by in-migrating residents. The inclination of choosing the settlement location is more influenced by the existing occupation and variety of work opportunities, economic ability, land price, and accessibility to daily life facilities. The in-migrating residents tend to neglect the flood potentials which often raise problems as they are able to face it or minimizing the risk of flood. Some anticipatory efforts are made by the in-migrating residents of the area to prevent damages and minimizing the flood risk such as : improving and controlling the water outlet channels, making the ground and the house base level higher, or even by making safety cdikesi, espescially for the poor people. The correlation coefficients test reveals that there are significant correlation of some social economic conditions of the in-migrating residents on the settlement location choice in the flood area. The research results show : (a) significant negative correlation (sig. t 0.001) the level of education (X1) with the settlement location choice the potantially flcod area (y1) which is inrficated by tne obtained r = -0.1071 > P 0.354, r2 = 0.0114 it's the influence xl on y1 = 1.147 %; (b) significant correlation (sig. t 0,001) x1 with the choice settlement location on land price (y3) which is indicated by the obtained r = 0.1876 > P 0.102, r2 = 0.0353 it's the influence x1 on y3 = 3.53 %; (c) significant correlalion (sig. t 0,001) occupation (x2) with accessibility of the settlement location (Y2) which is inaicated by the obtained r = 0.1677 > P 0.145, r2 = 0.0281 it's the influence x2 on y2 = 2.81 %; (d) significant correlation (sig. t 0.001) income af id expenditur (x3) with y2 which is indicated by the obtained r = 0.1136 > P 0.325, r2 0.0129 it's the influence x3 on y2 = 1,29 %; (e) significant correlation (sig. t 0.001) x3 with y3 which is indicated by obtained r = 0.1845 > P 0.108, r2 =0.0340 it's the influence x3 on y3 = 3.40 %; (f) significan negative correlation (sig. t 0.001) land owning and house quality (x4) with y1 which is indicated by the obtained r = -0.1839 > P 0,109, r2 = 0,0338 it's the influence x4 on y1 = 3.38 %; (g) significan correlation (sig. t 0.001) x4 with y3 which is indicated by the obtained r = 0.4253 > P 0,000, r2 = 0.1808 it's the influence x4 on y3 = 18,08 %.

Kata Kunci : kondisi sosial ekonomi, penduduk pendatang, lokasi permukiman, daerah banjir, Kecamatan Gayamsari

  1. S2-2001-7897-Moch__Arifien-abstract.pdf  
  2. S2-2001-7897-Moch__Arifien-bibliography.pdf  
  3. S2-2001-7897-Moch__Arifien-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2001-7897-Moch__Arifien-title.pdf