Laporkan Masalah

Partisipasi Anggota Kelompok Tani Hutan Bumi Priangan dalam Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan pada Program Perhutanan Sosial di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut

RR. Kinandita Hayyu Tunggadewi, Maygsi Aldian Suwandi, S.Sos., M.A.

2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Hutan Kemasyarakatan (HKm) merupakan skema perhutanan sosial yang menitikberatkan pengelolaan hutan berbasis masyarakat sekitar hutan. Kelompok Tani Hutan (KTH) Bumi Priangan sebagai mitra pelaksana HKm memegang peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan hidup yang berkualitas melalui pengelolaan HKm yang berkelanjutan. Keberhasilan pengelolaan HKm tidak dapat terlepas dari partisipasi anggota KTH dalam menjalankan setiap kegiatan pengelolaan di dalamnya. 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi anggota KTH Bumi Priangan pada pengelolaan HKm di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut dan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi anggota KTH Bumi Priangan dalam pengelolaan HKm. Partisipasi anggota KTH dianalisis melalui tahapan partisipasi (Cohen dan Uphoff, 1980), tangga partisipasi (Arnstein, 1969), faktor-faktor pendukung partisipasi (Slamet, 2003), dan faktor-faktor penghambat partisipasi (Sunarti, 2003). Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif menurut Miles dan Huberman (1994), meliputi reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota KTH telah terlibat dengan cukup optimal dalam pengelolaan HKm, meskipun belum menyeluruh akibat sejumlah kendala yang masih menghambat anggota KTH untuk berpartisipasi. Partisipasi anggota KTH dalam pengelolaan HKm termasuk ke dalam kategori kekuasaan masyarakat, spesifiknya pada tingkat kemitraan. Pengelolaan HKm dijalankan oleh anggota KTH dengan adanya pendampingan yang difasilitasi oleh KPH Tanah Laut melalui penyuluh kehutanan. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi anggota KTH yaitu stimulus pemerintah, sikap pendamping, jalinan kemitraan dengan eksternal, kesenjangan generasi, serta mobilisasi pekerjaan. 

Community Forestry (CFr) is a social forestry scheme that focuses on community-based forest management around the forest. The Bumi Priangan Forest Farmers Group (FFG), as one of the program implementers, plays an important role in improving the welfare while creating a quality living environment through sustainable CFr management. The success of CFr management cannot be separated from the participation of FFG members in carrying out every management activity within it. 

This study aims to determine the participation of members of the Bumi Priangan FFG in the management of CFr in Bumi Jaya Village, Pelaihari Subdistrict, Tanah Laut Regency, and to identify the factors that influence the participation of members of the Bumi Priangan FFG in the management of CFr. The participation of FFG members was analyzed using the participation stages (Cohen and Uphoff, 1980), the participation ladder (Arnstein, 1969), factors supporting participation (Slamet, 2003), and factors hindering participation (Sunarti, 2003). This study employed a qualitative analysis method with a descriptive approach according to Miles and Huberman (1994), including data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data collection was conducted through observation, in-depth interviews, documentation, and literature review. 

The results of the study indicate that members of the FFG have been involved optimally in the management of CFr, although not comprehensively, due to a number of obstacles that still hinder members of the FFG from participating. The participation of KTH members in the management of CFr falls under the category of community authority, particularly at the partnership level. CFr management is carried out by members of the FFG with assistance facilitated by the KPH Tanah Laut through forestry extension workers. The factors that influence the participation of members of the FFG are government stimulus, the attitude of assistants, partnerships with external parties, generational gaps, and job mobilization. 

Kata Kunci : Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan, Perhutanan Sosial, Kelompok Tani Hutan Bumi Priangan, Partisipasi

  1. S1-2025-480472-abstract.pdf  
  2. S1-2025-480472-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-480472-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-480472-title.pdf