Persepsi dan Motivasi Anggota Kelompok Tani Hutan Langgeng Dalam Pengelolaan Blok Tradisional Taman Hutan Raya Bunder Kabupaten Gunungkidul
Andre Aryo Wicaksono, Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, M.Sc.
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
Analisis persepsi dan motivasi anggota KTH Langgeng dapat digunakan sebagai dasar dalam melakukan penilaian terhadap pengelolaan hutan konservasi yang mengutamakan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini sebagai berikut: 1) mengidentifikasi pengelolaan Balai Tahura Bunder dan pemanfaatan KTH Langgeng pada blok tradisional Taman Hutan Raya Bunder, 2) mengidentifikasi persepsi anggota KTH Langgeng terhadap pengelolaan dan pemanfaatan blok tradisional Taman Hutan Raya Bunder; dan 3) mengidentifikasi motivasi anggota KTH Langgeng dalam pengelolaan dan pemanfaatan di blok tradisional Taman Hutan Raya Bunder.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus yang dikembangkan dengan teknik pengambilan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara tersebut ditunjukkan untuk menggali mengenai persepsi dan motivasi, sedangkan pengelolaan Tahura Bunder dilakukan dokumentasi terkait dokumen yang ada. Wawancara mendalam melibatkan informan yang dipilih menggunakan snowball sampling yang menyarankan satu informan ke informan berikutnya.
Data persepsi diperoleh berdasarkan teori Robbins yang mencakup 1) pelaku persepsi, 2) target atau objek, dan 3) situasi, sedangkan motivasi menggunakan teori Maslow yaitu: 1) kebutuhan fisiologis, 2) kebutuhan rasa aman, 3) kebutuhan sosial, 4) kebutuhan penghargaan, dan 5) kebutuhan aktualisasi diri. Analisis masing-masing tujuan dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian kualitatif ini menunjukkan bahwa pengelolaan dan pemanfaatan blok tradisional Tahura Bunder sudah sesuai dengan kriteria dan peruntukannya. Persepsi anggota KTH Langgeng menunjukkan bahwa pembentukan KTH bermanfaat dan kondisi blok tradisional dinilai baik, meskipun terdapat persepsi negatif seperti ketidakpastian masa pengelolaan, kurangnya partisipasi dalam pengambilan keputusan, dan keterbatasan penyuluh. Dari sisi motivasi, kebutuhan fisiologis terpenuhi, kebutuhan rasa aman, sosial, penghargaan, sedangkan akutalisasi diri belum terpenuhi.
The analysis of the perceptions and motivations of KTH Langgeng members serves as a basis for assessing conservation forest management that prioritizes community welfare. The study aims to: 1) to identify the management by Bunder Grand Forest Park Authority and the utilization by KTH Langgeng in the traditional block of Bunder Grand Forest Park (Tahura Bunder), 2) identify members’ perceptions of its management and utilization, and 3) identify their motivations in managing and utilizing the traditional block.
This research used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation. Interviews explored perceptions and motivations, while documentation reviewed existing management records of Tahura Bunder. In-depth interviews involved informants selected through the snowball sampling technique, where one informant referred the next.
Perception data were analyzed using Robbins’ theory, which includes 1) the perceiver, 2) the target or object, and 3) the situation, while motivation was analyzed using Maslow’s hierarchy of needs: 1) physiological, 2) safety, 3) social, 4) esteem, and 5) self-actualization. Each objective was analyzed using the Miles and Huberman model. Results show that the management and utilization of the traditional block generally meet the intended criteria. KTH Langgeng members perceive the group’s formation as beneficial and the block’s condition as good, though some negative views remain regarding uncertain management duration, limited participation in decision-making, and lack of extension support. In terms of motivation, physiological needs, safety, social, and esteem needs have been fulfilled, while self-actualization unmet.
Kata Kunci : Kata Kunci: pembagian blok, pemenuhan kebutuhan, pengambilan keputusan, pengelolaan partisipatif, kesejahteraan masyarakat. Keywords: block division, needs fulfillment, decision-making, participatory management, community welfare.