Laporkan Masalah

Industri minyak kayu putih sukun dan pendapatan pesanggem di desa sekitar hutan Kecamatan Siman dan Kecamatan Pulung KPH Madiun Kabupaten Ponorogo

Mamik Sumarmi, Prof.Dr. A.J. Suhardjo, M.A.

2001 | Tesis | S2 Geografi

INTISARI Penelitian tentang industri minyak kayu putih Sukun dan pendapatan pesangem di desa sekitar hutan Kecamatan Siman dan Kecamatan Pulung Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Madiun Kabupaten ponorogo beriujnan untuk mengetahui perbedaan keberhasilan tanaman kayu putih di Kecamatan Siman dan Kecamatan Pulung, hubungan antara modal perusahaan industri minyak kayu putih dengan pendapatan perusahaan, hubungan curahan tenaga kcrja dan curahan waktu kerja dengan pendapatan pesanggem, sumbangan pendapatan pesanggem terhadap pendapatan rumahtangga Kecamatan Siman dan Kecamatan Pulung. Penelitian industri minyak kayu putih di kecamatan Siman dan Kecamatan Pulung dilaksanakan dengan metode survai. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner untuk wawancara kepada 80 rumahtangga pesanggem, masing-masing diambil 40 responden. Pengumpulan data sekunder digunakan dokumentasi dari berbagai instansi. Populasinya adalah semua rumahtangga pesanggem Kecamatan Siman 212 orang dan Kecamatan Pulung 338 orang, jumlah 550 orang. Pengambilan sampel menggunakan tehnik quota sampling dan penentuan responden menggunakan teknik sistematik random sampling. Data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan tabel frekuensi, Product Moment dan Regresi Ganda. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa terdapat perbedaan keberhasilan tanaman kayu putih antara Kecamatan Siman dan Kecamatan Pulung, dan Kecamatan Pulung lebih berhasil karena penanganannya lebih baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara rnodal usaha dengan pendapatan perusahaan, karena pendapatan rata-rata setiap tahun lebih besar. Terdapat hubungan yang rendah antara curahan tenaga kerja dan curahan waktu kerja dengan pendapatan pesanggem di Kecamatan Siman maupun Kecamatan Pulung karena pendapatan pesanggem juga dipengaruhi oleh pengolahan lahan yang baik, frekuensi pemupukan, penyiangan, kualitas benih dan tehnik waktu penjualan hasil panen. Sumbangan pendapatan pesanggem terhadap pendapatan rumahtangga Kecamatan Siman rata-rata 22,22% dan Kecamatan Pulung rata-rata 23,72%. Perbedaan ini karena lahan tanaman yang dikerjakan lebih luas dan pemeliharaannya lebih baik. Sumbangan pendapatan ini lebih kecil dibandingkan dengan pendapatan rumahtangga selain pesanggem, karena pendapatan pesanggem jauh di bawah UMR sehingga memberikan semangat untuk bekerja keras lagi guna mencukupi kebutuhan hidup misalnya bertani, buruh tani, berjualan, bekerja di pabrik tapioka dan sebagainya yang hasilnya lebih besar.

ABSTRACT The research about maleleuca oil industry Sukun and the income of pesanggem in Siman subdistrict and Pulung subdistrict KPH Madiun, Ponorogo regency have an aims to know the difference of maleleuca success in Siman subdistrict and Pulung subdistrict, the relationship between maleleuca oil industry capital with company income, the relationship of labor and time labor with the income of pesanggem and contribution incorne pcsanggcm to horne income in Siman subdistrict and Pulung subdistrict. The research of maleieuca oil industry in Siman subdistrict and Pulung subdistrict was done with survey method. Collecting primary date used questionnaire for interview for 80 home that each was taken 40 respondents. Collecting secondary date used documentation from many authority. The population is all home pesanggem in Siman subdistrict as many as 212 people and Pulung subdistrict is 338 people, total of all is 550 people. Taking sample was done with quota sampling, and the respondent was done with systematic random sampling technique. Research date were analyzed descriptively by using frequency table, product moment and multiple regression. The result of research showed that there is a difference of maleleuca plant in Siman subdistrict with maleleuca plant in Pulung and in Pulung subdistrict get more success than Siman subdistrict because or better care. There is very significant relationship between capital with industry income, because the increase nwriber of income rate every year. There is low relationship between the labor and time labor income with pesanggem labor income either in Siman subdistrict or Pulung subdistrict, because pesanggem labor income was under the influence of better land processing, frequency fertilization, weeding, seed quality and time harvest sale technique. Contribution pesanggem income to home income Siman subdistrict is 22,22% and Pulung subdistrict is 23,72%. This differentiation caused by the plant area that was done is more bigger. This income contribution is smaller than home income beside pesanggem, because pesanggem income is far under UMR ,so, it gives support to work hard again for sufficient life necessity, such as farm, farmer labor, sale, work in factory and other that product is bigger.

Kata Kunci : Industri Minyak Kayu Putih sukun, Pendapatan Pesanggem, hutan Kecamatan Siman, Kecamatan Pulung

  1. S2-2001-10140-Mamik_Sumarmi-abstract.pdf  
  2. S2-2001-10140-Mamik_Sumarmi-bibliography.pdf  
  3. S2-2001-10140-Mamik_Sumarmi-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2001-10140-Mamik_Sumarmi-title.pdf