Analisis Stakeholder dalam Pengelolaan Hutan Mangrove Perepat dengan Skema Hutan Kemasyarakatan di Desa Pematang Kuala, Serdang Bedagai, Sumatera Utara
Nurmalita Widyasari Putri, Dr. Ir. Tri Atmojo, S.Hut., M.T., IPU.
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
Analisis stakeholder dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Mangrove Perepat di Desa Pematang Kuala dilakukan untuk mengetahui perkembangan pengangkatan potensi pemanfaatan ekosistem hutan mangrove. Adanya peran dan kepentingan dari setiap stakeholder memberikan dampak tersendiri bagi ekosistem hutan mangrove maupun masyarakat sekitar. Apabila relasi dan pengaruh terbentuk dengan baik, dapat mengarah ke efektivitas kegiatan yang mengangkat potensi hutan mangrove di wilayah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi siapa saja stakeholder yang terlibat, mengetahui kepentingan dan peran; relasi dan pengaruh para stakeholder terkait, serta merekomendasikan strategi bagi para stakeholder terkait untuk mengangkat potensi HKm Mangrove Perepat secara berkelanjutan.
Pemahaman fenomena secara langsung melalui eksplorasi para stakeholder terkait, metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Perolehan data dilakukan melalui observasi lapangan langsung, wawancara semi struktural dengan informan kunci, dan studi literatur dokumen pendukung. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan teori Reed melalui bagan alir hubungan dan pengaruh antar stakeholder terkait.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat sepuluh stakeholder yang berperan dalam pengelolaan HKm Perepat, yaitu KUB Nelayan Sepakat, DKP Sergai, BPDAS Wampu Sei Ular sebagai subject; BPSKL Wilayah Sumatera, DLHK Sumut, KPH Wilayah II Pematang Siantar, Pemdes Pematang Kuala sebagai players; Disparbudpora Sergai sebagai crowd; BRGM, YAKOPI, dan oknum masyarakat sebagai actor yang memerlukan pengawasan. Rekomendasi strategi yang dihasilkan dalam pengangkatan potensi HKm Mangrove Perepat secara berkelanjutan didukung oleh peningkatan kapasitas pengetahuan masyarakat setempat dalam memaksimalkan pengangkatan potensi ekosistem mangrove, pengaktifan kelompok-kelompok usaha, penegakan aturan dan kebijakan, pengaktifan media sosial sebagai media promosi sekaligus wadah aspirasi, serta peningkatan kesungguhan dalam merawat ekosistem mangrove.
Stakeholder analysis in the management of the Perepat Mangrove Community Forest (CmF) in Pematang Kuala Village was conducted to determine the development of the potential utilization of mangrove forest ecosystems. The role and interests of each stakeholder have their impact on the mangrove forest ecosystem and the surrounding community. If the form of relation and influence are carried out properly, it can lead to effectiveness of activities that support the development of mangrove forest management in the area. This study was conducted to identify the stakeholders involved, understand their interests and roles; relationships, and influence, and recommend strategies for stakeholders to sustainably enhance the potential of the Perepat Mangrove CmF.
In understanding the phenomenon directly through exploration of related stakeholders, the research method used is a case study within a qualitative descriptive approach. Data acquisition is carried out through direct field observation, semi-structural interviews with informants key, and literature studies of supporting documents. The selection of informants is carried out using a purposive sampling technique. Data was analyzed using Reed’s theory through a flowchart of relation and influence among stakeholders.
The results of the study indicate that there are ten stakeholders who play a role in the management of Perepat Mangrove CmF, namely KUB Nelayan Sepakat, DKP Sergai, BPDAS Wampu Sei Ular as subjects; BPSKL of Sumatra Region, DLHK of North Sumatra, KPH Region II Pematang Siantar, Pematang Kuala Village Government as players; Disparbudpora Sergai as the crowd; BRGM, YAKOPI, and community delinquents as actors who require supervision. The resulting strategic recommendations in the sustainable enhancement of HKm Mangrove Perepat potential are supported by increasing the knowledge capacity of local communities in maximizing the enhancement of the potential of mangrove ecosystems, activating business groups, enforcing rules and policies, activating social media as a promotional medium as well as a forum for aspirations, and increasing seriousness in maintaining the mangrove ecosystem.
Kata Kunci : Analisis, Stakeholder, Mangrove, Kepentingan, Peran