Desa Pakraman dan konflik sosial dalam dinamika masyarakat :: Studi kasus di Tiga Desa Pakraman Kabupaten Tabanan Bali
NEGARA, I Nyoman Ngurah Subagia, Drs. Josef Riwu Kaho, MPA
2005 | Tesis | S2 Ilmu PolitikPenelitian ini bertujuan mengungkapkan dinamika konflik yang terjadi dalam masyarakat di Tiga Desa Pakraman di Kabupaten Tabanan Bali. Fokus penelitian terutama ditujukan pada masalah-masalah : identifikasi berbagai bentuk konflik sosial, pengaturan konflik dalam awig-awig, implementasi awig-awig, pendekatanpendekatan dalam penyelesaian konflik, kemampuan awig-awig dalam merespon dinamika eksternal, serta keterbatasan awig-awig dalam mengelola konflik. Penelitian ini menggunakan rancangan pene litian kualitatif. Lokasi penelitian yang dipilih adalah Desa Pakraman Beraban, Desa Pakraman Bale Agung Kerambitan, dan Desa Pakraman Baturiti. Pemilihan informan ditentukan secara purposive melalui snowball sampling. Dengan pendekatan ini dipegang asumsi bahwa peneliti adalah instrumen penelitian yang paling handal. Karena itu metode pengumpulan data utama yang digunakan adalah wawancara yang mendalam, studi kepustakaan, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui prosedur interatif : pengumpulan data, penampilan data, reduksi data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Pemaparan hasil penelitian dilakukan melalui argumentasi kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Konflik-konflik yang terjadi di Tiga Desa yang menjadi situs penelitian dapat dikelola dengan baik oleh Desa Pakraman secara musyawarah berdasarkan awig-Awig yang berlaku ; (2) Melalui pendekatan mediasi, Prajuru Desa Pakraman dalam mengelola konflik berperan selaku mediator yang bertindak netral untuk menjembatani kepentingan pihak-pihak yang berkonflik dengan arif dan bijaksana penuh kesadaran, sehingga konflik dapat diselesaikan dengan jalan damai ; (3) Krama Tamiu (Penduduk Pendatang) yang ada di Tiga Desa Pakraman dengan berbagai latar belakang pekerjaannya, dapat diatur dengan baik oleh Desa Pakraman, sehingga keberadaan penduduk asli (lokal) dengan penduduk pendatang (krama tamiu) yang tinggal di wilayah Desa Pakraman hidup rukun dan berdampingan ; (4) Pengaturan Krama Tamiu (Penduduk Pendatang) di Tiga Desa Pakraman bentuknya bervariasi disesuaikan dengan konsep “desa kala patra†yaitu waktu tempat dan keadaan sesuai dengan Awig-Awig Desa Pakraman yang berlaku ; (5) Sikap masyarakat masih positif terhadap awig-awig yang berlaku. Ini terbukti dalam penyelesaian masalah konflik masyarakat masih berupaya menyelesaikan konflik secara adat, dan juga tidak menutup kemungkinan pihak yang tidak puas atas keputusan Desa Pakraman dapat menempuh jalur pengadilan. Bertitik tolak dari hal tersebut, dalam penelitian ini ditawarkan langkahlangkah strategis, diantaranya : 1) Menyempurnakan substansi awig-awig terutama pada hal- hal yang belum diatur secara jelas, yaitu mengenai kasta/warna yang lazim disebut tri wangsa dan Jaba, yaitu : Brahmana, Ksatrya, waisya dan Jaba, 2) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam aktivitas yang terkait dengan administrasi pemerintahan modern. Artinya Prajuru Desa Pakraman yang dipilih disamping memenuhi kriteria tradisional, juga ditunjang oleh pendidikan yang memadai sehingga mampu menjalankan aktivitasnya dengan baik berdasarkan kriteria-kriteria administrasi pemerintahan modern.
This study was aimed to reveal the conflict dynamic happening in Three Pakraman Villages society, Tabanan Bali. The focus of the study mainly directed to the problems of: identification various forms of social conflict, conflict management in awig-awig, the implementation of awig-awig, approaches in conflict management, the ability of awig-awig in responding the external dynamic, and the limitations of awig-awig in managing the conflict. This study used qualitative research approach. The research location chosen was Pakraman Deraban Village, Pakraman Bale Agung Kerambitan Village, and Pakraman Baturiti Village. The informant choosing was determined purposively through snowball sampling. With this approach, it was held assumption that the researcher was the best research instrument. Therefore, the primary data collection used was deep interview, library research, and documentation study. The data analysis used was qualitatively through interactive procedures: data collecting, data presentation, data reduction, and concluding or verification. The research result presentation was carried out through qualitative argument. This research result showed that: (1) the conflicts happened in the three villages, becoming the site of the research could be managed well by Pakraman Village with familial discussion based on awig-awig applied; (2) through mediation approach, Prajuru of Pakraman Village in managing conflicts played a role as neutral mediator to vehicle the interests of conflicting parties politely and wisely full of awareness, so that the conflict could be manage peacefully; (3) Krama Tamiu (The comers) existing in the Three Pakraman Villages with various working backgrounds could be managed well by Pakraman Village, so that the existence of local resident with comers (krama Tamiu) staying in Pakraman Village live peacefully together; (4) The management of Krama Tamiu (the comers) in the three Pakraman Villages took various forms according to the concept of “kala patra villageâ€, i.e., time, place, and condition appropriate with awig-awig applied in Pakraman Village; (5) the society’s attitude was still positive to the applied awig-awig. This was proven in the conflicts management in the society, which was still trying to manage the conflict appropriate with the custom, and enable other party, which was not satisfied in Pakraman Village decision could take trial way. Starting from this thing, in this research, it was offered strategic steps, such as: 1) making perfect the substance of awig-awig, mainly on the things not clearly managed, on kasta commonly called tri wangsa and Jaba, i.e.: Brahmana, Ksatrya, waisya and Jaba, 2) Increasing the quality of human resource (SDM) in the activities related to the modern governmental administration, meaning that the chosen Prajuru of Pakraman Village beside meeting the traditional criteria, also supported by adequate education so that able to run his activities well based of modern governmental administration criteria.
Kata Kunci : Konflik Sosial,Dinamika Masyarakat,Desa Pakraman, social conflict, value movement, awig-awig, and Pakraman Village Prajuru