Laporkan Masalah

PENGEMBANGAN MODEL SERANGAN TERORIS DI INDONESIA DENGAN BAYESIAN NETWORK

Hilya Mudrika Arini, Prof. Ir. Nur Aini Masruroh, S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng

2013 | Tesis | S2 Teknik Industri

Akhir-akhir ini, serangan terorisme marak terjadi di beberapa penjuru dunia. Salah satu serangan terorisme tersebut adalah serangan terorisme yang terjadi di Bali, Indonesia pada tanggal 12 Oktober 2002. Serangan ini menewaskan sekitar 202 orang dan 209 orang lainnya mengalami cidera yang cukup berat. Selain itu, maraknya serangan teroris juga ditunjukan melalui data historis bahwa terdapat lebih dari 20 serangan teroris yang telah terjadi di Indonesia dalam kurun waktu 2002 hingga 2012. Berdasarkan beberapa bukti nyata akan maraknya serangan teroris dan banyaknya korban akibat serangan tersebut, tindakan pencegahan untuk mencegah serangan teroris sebaiknya dilakukan. Akan tetapi, saat ini, tindakan pencegahan untuk mencegah serangan teroris belum banyak dikaji di beberapa penelitian di Indonesia. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk memberikan tindakan pencegahan dengan mengembangkan model serangan teroris di Indonesia dengan menggunakan Bayesian network. Secara umum, ada enam tahapan untuk membangun model pada penelitian ini. Tahap pertama adalah melakukan studi literatur untuk membangun Bayesian belief network awal. Tahap kedua adalah memverifikasi Bayseian belief network awal oleh para ahli dari pihak peneliti, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang sistem keamanan nasional, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan mantan pemimpin Jamaah Islamiyah. Tahap ketiga adalah menentukan probabilitas dalam setiap variabel yang diperoleh dari penilaian para ahli. Namun, untuk variabel berita dan kata kunci, probabilitas diperoleh dari metode text mining dengan menggunakan bantuan Weka. Tahap keempat adalah melakukan pengujian dan validasi model dengan menggunakan Genie 2.0. Model ini dikembangkan dengan menggunakan informasi sebelum bom Solo (25 September 2011), sedangkan informasi sebelum bom Cirebon (15 April 2011), bom Poso (27 Agustus 2012) dan penembakan Poso (3 Juni 2013) digunakan untuk memvalidasi model. Tahap kelima, melakukan analisis sensitivitas untuk menemukan variabel yang paling signifikan mempengaruhi ancaman teroris dengan menggunakan Netica 1,12. Tahap terakhir adalah melakukan what-if scenario untuk memberikan solusi preventif yang dapat meminimalisir terjadinya ancaman teroris. Hasil dari penelitian ini terdiri dari tiga poin utama. Pertama, terdapat sebelas variabel yang dapat mempengaruhi ancaman teroris di Indonesia. Kedua, berita dan kesiapan kelompok teroris (pendanaan, kerjasama tim dan keterampilan jihad) adalah faktor yang paling mempengaruhi terjadinya serangan teroris di Indonesia. Ketiga, semakin banyak media menyiarkan berita yang memicu aksi terorisme (positif), maka semakin tinggi kemungkinan serangan teroris akan terjadi. Oleh karena itu, berdasarkan model, tindakan pencegahan untuk mengurangi serangan teroris di Indonesia adalah dengan menjaga persentase berita positif agar kurang dari 60% dan menghindari kontak dengan anggota teroris.

Kata Kunci : Bayesian network, analisis keputusan, sistem keamanan nasional, analisis sensitivitas, text mining.

  1. S2-FTK-2013-Hilya_Mudrika_Arini-abstract.pdf  
  2. S2-FTK-2013-Hilya_Mudrika_Arini-bibliography.pdf  
  3. S2-FTK-2013-Hilya_Mudrika_Arini-tableofcontents.pdf  
  4. S2-FTK-2013-Hilya_Mudrika_Arini-title.pdf