Efektivitas Membran Filtrasi Berbahan Dasar Styrofoam dengan Penambahan Filler Fe?O? untuk Penyaringan Larutan Mikroalga
Doni Firmansyah, Dr. Ir. Urip Agus Salim, S.T., M.Eng.Sc.
2025 | Skripsi | TEKNIK MESIN
Pemanfaatan
limbah Expanded Polystyrene (EPS) sebagai bahan dasar pembuatan membran
filtrasi menawarkan solusi ramah lingkungan sekaligus ekonomis dalam mendukung
teknologi pemanenan mikroalga. Namun, membran EPS murni memiliki keterbatasan
berupa sifat hidrofobik dan kekuatan mekanik yang rendah, sehingga diperlukan
modifikasi untuk meningkatkan performanya. Penelitian ini bertujuan
memodifikasi membran EPS dengan penambahan filler Fe?O? menggunakan
metode Non-Solvent Induced Phase Separation (NIPS) untuk memperoleh
membran yang lebih hidrofilik, kuat, dan efektif dalam pemanenan mikroalga Chlorella
vulgaris.
Membran EPS/Fe?O? difabrikasi dengan variasi konsentrasi filler 0; 0,1; 0,3; 0,5; 0,7; dan 0,9 wt.%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan Fe?O? mampu meningkatkan karakteristik membran, baik dari aspek hidrofilisitas, morfologi, maupun sifat mekanik. Membran dengan komposisi 0,5 wt.??O? menunjukkan performa terbaik dengan nilai pure water flux 67,44 LMH/bar, sudut kontak menurun hingga 75°, serta distribusi filler yang merata tanpa aglomerasi signifikan. Penambahan filler juga meningkatkan tensile strength dan elongation at fracture dibandingkan membran EPS murni.
Uji performa
penyaringan mikroalga menunjukkan bahwa seluruh variasi membran mampu menolak
mikroalga dengan efektivitas di atas 99% melalui mekanisme size exclusion.
Secara keseluruhan, penambahan Fe?O? pada konsentrasi optimum 0,5 wt.%
menghasilkan membran EPS dengan kinerja terbaik karena mampu mencapai
keseimbangan antara sifat morfologi, hidrofilisitas, kekuatan mekanik, dan
performa filtrasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam
pengembangan membran fungsional berbahan dasar EPS yang efisien dan
berkelanjutan untuk aplikasi pemanenan mikroalga.
The
utilization of Expanded Polystyrene (EPS) waste as a base material for membrane
fabrication offers an environmentally friendly and economical solution to
support microalgae harvesting technology. However, pristine EPS membranes
suffer from limitations such as hydrophobicity and low mechanical strength,
which reduce their performance. This study aims to modify EPS membranes by
incorporating Fe?O? filler using the Non-Solvent Induced Phase Separation
(NIPS) method to enhance hydrophilicity, mechanical strength, and overall
filtration efficiency for Chlorella vulgaris harvesting.
EPS/Fe?O?
membranes were fabricated with filler concentrations of 0, 0.1, 0.3, 0.5, 0.7,
and 0.9 wt.%. The results indicated that the addition of Fe?O? significantly
improved the membrane’s characteristics in terms of hydrophilicity, morphology,
and mechanical properties. The membrane with 0.5 wt.??O? exhibited the best
performance, achieving a pure water flux of 67.44 LMH/bar, a reduced water
contact angle of 75°, and uniform filler distribution without significant
agglomeration. Furthermore, the addition of Fe?O? enhanced the tensile strength
and elongation at fracture compared to pristine EPS membranes.
Microalgae
rejection tests confirmed that all membranes achieved a removal efficiency
above 99% through the size exclusion mechanism. Overall, incorporating Fe?O? at
an optimum concentration of 0.5 wt.% resulted in an EPS-based membrane with the
best balance between morphology, hydrophilicity, mechanical strength, and
filtration performance. This study demonstrates the potential of recycling EPS
waste into functional membranes for efficient and sustainable microalgae
harvesting applications.
Kata Kunci : Styrofoam, membran EPS, filler Fe?O?, non-solvent induced phase separation (NIPS), pemanenan mikroalga