PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK SEBAGAI AMANDEMEN: PENGARUHNYA TERHADAP SIFAT KIMIA, PERTUMBUHAN, DAN PRODUKTIVITAS JAGUNG MANIS DI INCEPTISOL RAWALO, BANYUMAS
Westri Khairuna, Prof. Dr. rer. nat. Junun Sartohadi, M.Sc.; Tantriani, S.P., M.Agr., Ph.D.
2025 | Skripsi | ILMU TANAH
Pemanfaatan sampah organik rumah tangga sebagai amandemen tanah merupakan solusi untuk mengatasi besarnya volume timbunan sampah yang meningkat setiap tahunnya. Sampah organik rumah tangga berpotensi menjadi pupuk organik dan pembenah tanah yang dikombinasikan dengan pupuk kimia guna meningkatkan sifat kimia tanah, pertumbuhan, dan produktivitas pada tanaman jagung manis. Penelitian ini dilakukan di Desa Rawalo, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas pada bulan November 2024 hingga Mei 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dua faktorial dengan 12 perlakuan dan masing-masing dilakukan sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan terdiri dari tiga jenis amandemen yang meliputi Bubur Sampah, Biochar Bubur Sampah, dan Fermentasi Bubur Sampah dengan empat aras dosis yakni, dosis 0, 10, 15, dan 20 t/ha. Biochar Bubur Sampah dosis 20 t/ha memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sifat kimia tanah dan Fermentasi Bubur Sampah dosis 20 t/ha terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung manis.
The utilization of household organic waste as a soil amendment offers a sustainable solution to reduce the increasing volume of waste accumulation each year. Household organic waste has the potential to be developed into organic fertilizer and soil conditioner, which can be combined with chemical fertilizers to improve soil chemical properties, plant growth, and productivity of sweet corn. This research was conducted in Rawalo, Banyumas, from November 2024 to May 2025. The study used a two-factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) consisting of 12 treatments, each replicated three times, resulting in 36 experimental units. The treatments consisted of three types of amendments: Waste Slurry, Waste Slurry Biochar, and Fermented Waste Slurry, with four dosage levels of 0, 10, 15, and 20 t/ha. The Waste Slurry Biochar at a dosage of 20 t/ha significantly improved soil chemical properties, while the Fermented Waste Slurry at a dosage of 20 t/ha significantly enhanced the growth and productivity of sweet corn.
Kata Kunci : bubur sampah, biochar bubur sampah, fermentasi bubur sampah, sifat kimia tanah, jagung manis