Nation-Building Siprus Sebagai Negara Dengan Dua Identitas Kawasan
Yusuf Idrus Malik, Prof. Dr. Siti Mutiah Setiawati
2025 | Tesis | S2 Sastra/Kajian Timur Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nation-building Siprus sebagai negara dengan dua identitas kawasan. Pertanyaan masalah dalam penelitian ini meliputi bagaimana Siprus melaksanakan nation-building-nya, dan mengapa Siprus ingin memiliki dua identitas kawasan. Analisis dalam penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan mengonstruksikan nation-building Siprus berdasarkan faktor-faktor geopolitik dan geobudaya. Teori konstruktivisme dipilih karena relevan untuk menganalisis bahwa pembangunan bangsa tidak saja mempertimbangkan unsur material, melainkan unsur identitas, sosial, dan budaya didalamnya. Penelitian ini juga mengadopsi teori geopolitik dan geobudaya untuk menganalisis unsur-unsur geopolitik dan geobudaya yang membentuk realitas politik, ekonomi, dan identitas Siprus sebagai negara dengan dua identitas kawasan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nation-building Siprus dilaksanakan dengan menyeimbangkan pembangunan fisik dan karakter bangsa, yaitu pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi nasional, dan identitas Pan-Cypriot. Kendati demikian, nation-building Siprus dihadapkan pada tantangan Cyprus Problem dan intervensi Turki di Siprus Utara. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Siprus menggunakan strategi Cyprus Talks yang dan menjalin kerjasama militer dan energi dengan Yunani, Mesir, Lebanon dan UEA untuk menghadapi intervensi dari Turki. Siprus mengadopsi dua identitas kawasan karena Siprus ingin menjadi jembatan di antara Timur Tengah dan Eropa, memiliki kebutuhan untuk mengakomodasi keberagaman etnis, dan respons atas kegagalan etnosentrisme Siprus Yunani dalam membangun Siprus.
This study aims to analyze nation-building in Cyprus as a country with two regional identities. The research questions in this study include how Cyprus implements its nation-building and why Cyprus desires to have two regional identities. The analysis in this study adopts a qualitative approach by constructing Cyprus's nation-building based on geopolitical and geocultural factors. Constructivism theory was chosen because it is relevant to analyze that nation-building does not only consider material elements, but also identity, social, and cultural elements within it. This study also adopts geopolitical and geocultural theories to analyze the geopolitical and geocultural elements that shape the political, economic, and identity realities of Cyprus as a country with two regional identities.
The results of this study indicate that Cyprus's nation-building is implemented by balancing physical development and national character, namely, infrastructure development, strengthening the national economy, and building the Pan-Cypriot identity. However, Cyprus's nation-building faced challenges arising from the Cyprus Problem and Turkish intervention in Northern Cyprus. To address these challenges, Cyprus employed the Cyprus Talks and established military and energy cooperation with Greece, Egypt, Lebanon, and the UAE to counter Turkish intervention. Cyprus adopted two regional identities to capitalize on its function as a bridge between the Middle East and Europe, to accommodate ethnic diversity, and this was a response to the failure of Greek Cypriot ethnocentrism to build the country.
Kata Kunci : geobudaya, geopolitik, nation-building, Siprus, Timur Tengah