Kondisi kehidupan sosial ekonomi wanita kepala rumah tangga: di Kotamadia Ujung Pandang; (Studi kasus wanita yang cerai hidup)
Faisal, Dr. Helmut F. Weber
1993 | Tesis | S2 KependudukanINTISARI (KRT) Wanita cerai hidup sebagai kepala rumah tangga pada tahun-tahun terakhir ini telah mengalami pertumbuhan yang pesat dan pada umumnya mereka hidup dalam kondisi sosial ekonomi yang rendah. Tesis ini bertujuan untuk me- neliti karakteristik demografi wanita ini dikaitkan dengan kegiatan ekonominya, dan mengetahui kondisi sosial ekonomi mereka. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan tinggal di daerah penelitian, sedangkan metode kuantitatif dengan menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data dari 90 responden atau 9% dari wanita sebagai KRT di Kotamadia Ujung Pandang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat kawin seba- gian besar dari mereka (71,1 %) tidak bekerja dan setelah cerai yang tidak bekerja hanya 33,3%. Masuknya mereka dalam kegiatan ekonomi berhubungan dengan ada-tidaknya tidak bekerja anggota RT sebagai pekerja. Wanita yang dengan 3 anggota RT yang bekerja tercatat sebesar 100,0%. Demikian pula, wanita yang tidak bekerja dengan 2 anggota RT yang bekerja ada sebesar 60,9%, sedangkan pada wanita yang bekerja hanya 39,1%. Tercatat satu anggota RT sebagai pekerja lebih besar (57,1%) pada wanita yang bekerja, tidak bekerja sedangkan pada rumah tangga wanita yang hanya 42,9%, serta tanpa anggota RT sebagai pekerja terca- tat lebih besar (94,6%) pada rumah tangga wanita yang bekerja, sedangkan pada rumah tangga wanita yang tidak bekerja hanya 5,4%. Diketemukan juga, sebagian besar mereka hidup kondisi sosial ekonomi yang rendah, sebab sebesar dari mereka bekerja pada sektor informal, dibanding yang bekerja di sektor formal hanya 26,7%. Di lihat dari Penda- patan bila dibandingkan dengan rata-rata kebutuhan fisik minimum di Kotamadia Ujung Pandang, maka sebagian besar rumah tangga wanita KRT mengalami ketidak cukupan dari pada hidup berlebihan. Dari segi pemilikan tanah diperoleh 92,2% yang tidak memiliki tanah. Sementara itu, untuk pemilikan perumahan bagi RT wanita ini menunjukkan jumlah sebesar 76,7% yang tidak memiliki rumah, dan kondisi tempat tinggal mereka lebih besar yang menempati rumah dengan keadaan buruk, dibandingkan dengan yang menempati rumah dengan kondisi yang baik.
ABSTRACT In recent years, divorced women, who at the same time are also heads of the family, have experienced a rapid growth and are generally living in bare subsistence level. The studi aims at investigating the demographic characteristics of these women in relation with their economic activities and socioeconomic conditions. The method used in the study is the qualitative and quantitative method. The qualitative method is carried out through observations, indept interviews, and by staying in the research sites; whereas the quantitative method is conducted by using questionnaires to obtain data from a total of ninety respondents or nine percent of the total female-household heads in Ujung Pandang Municipality. The study reveals that the majority of these women (71,1 percent) were not in the labour force when they first married, and as much as 33,3 percent remained unem- ployed when they got divorced. Their participation in the economic activities is closely related with whether or not there are members in the family who are in the labour. force. As many as 100 percent of female-household heads with three family members enganged in the labour force are unemployed, 60,9 percent of them with two working family members are unemployed, whereas 39,1 percent of women of the same catagory are engaged in the labour force. As many as 57,1 percent of working female-household heads have one family member who is in the labour force, 42,9 percent of women under the same category are unemployed, 94,6 percent of employed female heads have no working family member, and only 5,4 percent of women of this category are not engaged in the labour force. The study also reveals that the majority of these families live in low socioeconomic conditions. About 73,3 percent of the families work in the informal sector, and only 26,7 percent are employed in the formal sector. Their income, compared with the average physical quality life. index (KFM) in Ujung Pandang Municipality, shows that the majority of the female-headed families live on bare sub- sistence level rather than live a proper decent life. Concerning land ownerships the study shows that percent of the repondents own no land; whereas 76,7 cent of women own no houses. The conditions of their dwelling places are no better than the areas.
Kata Kunci : Kehidupan Sosial, Ekonomi Wanita, Kepala Rumah Tangga, Kotamadia Ujung Pandang, Cerai Hidup