KEMANDIRIAN KELOMPOK USAHA BERSAMA SRIKANDI HASIL PASCA DARI PENDAMPINGAN PT. PERTAMINA FUEL TERMINAL REWULU DI DUSUN GAMOL
Gagas Nahadi, Danang Arif Darmawan, S.Sos., M.Si.
2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kemandirian yang terwujud dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Srikandi, sebuah kelompok perempuan binaan PT. Pertamina Fuel Terminal Rewulu melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di Dusun Gamol, Kabupaten Sleman. Program ini berfokus pada budidaya dan pengolahan jamur tiram yang berlangsung dari tahun 2014 hingga 2019. Setelah berakhirnya masa pendampingan, kelompok Srikandi berhasil bertahan dan berkembang secara mandiri dalam aspek sosial, ekonomi, intelektual, dan emosi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari ketua kelompok, anggota aktif, pihak pemerintah lokal, serta tim CSR dari PT. Pertamina. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, display data, dan verifikasi triangulasi sumber untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUB Srikandi mampu menunjukkan kemandirian ekonomi melalui pengelolaan siklus produksi jamur tiram secara berkelanjutan. Dari aspek intelektual dan sosial, kelompok ini berhasil menciptakan ruang belajar, berbagi gagasan, serta solidaritas antar anggota. Adapun dari sisi kemandirian emosi, anggota kelompok memiliki rasa percaya diri tinggi dalam mempertahankan eksistensi kelompok pasca CSR. Keberhasilan ini tidak lepas dari penguatan kapasitas saat masa pendampingan dan komitmen internal kelompok. Penelitian ini menegaskan pentingnya program pemberdayaan berkelanjutan sebagai instrumen pembangunan kesejahteraan berbasis komunitas.
This research aims to analyze the forms of independence manifested within the Srikandi Joint Business Group (KUB), a women's group nurtured by PT. Pertamina Fuel Terminal Rewulu through its Corporate Social Responsibility (CSR) program in Dusun Gamol, Sleman Regency. The program focused on the cultivation and processing of oyster mushrooms, implemented from 2014 to 2019. Following the termination of direct assistance, the Srikandi group demonstrated sustainability and self-reliance in social, economic, intellectual, and emotional aspects. The study adopts a descriptive qualitative method with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Informants included the group leader, active members, local government officials, and CSR team representatives from PT. Pertamina. Data were analyzed through data reduction, data display, and source triangulation to ensure the credibility of findings. The results indicate that KUB Srikandi has achieved economic independence by managing the oyster mushroom production cycle sustainably. Intellectually and socially, the group established a collaborative learning space fostering mutual knowledge sharing and solidarity. Emotionally, members exhibited strong self-confidence in maintaining the group's existence post-CSR. The group’s success stems from capacity-building during the CSR period and the internal commitment of its members. This research highlights the critical role of sustainable empowerment programs as a tool for community-based welfare development.
Kata Kunci : Kemandirian, Kelompok Usaha Bersama, CSR, Pemberdayaan Perempuan, Jamur Tiram