Laporkan Masalah

Kelayakan Usaha Tani Padi Organik di Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang

Shoivaturrohmah, Sugiyarto, S.P., M.Sc.; Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P.

2025 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan usaha tani padi organik, 2) mengkaji kelayakan ekonomi usaha tani padi organik, 3) serta mengetahui sensitivitas harga input dan output usaha tani padi organik di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Sebanyak 60 sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling, dengan kriteria responden yang diambil adalah petani padi organik yang mengusahakan usaha tani padi organik minimal satu tahun dan aktif sebagai anggota Gabungan Tani Organik Sawangan (GATOS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan usaha tani padi organik di Kecamatan Sawangan adalah sebesar Rp57.544.936,1/ha/tahun, dengan biaya usaha tani sebesar 41.643.398,42/ha/tahun, dan keuntungan sebesar Rp15.901.537,74/ha/tahun. Hasil analisis rasio R/C sebesar 1,38 yang berarti bahwa setiap Rp1 biaya yang dikeluarkan akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp1,38. Hasil analisis rasio ????/C sebesar 38%, lebih dari suku bunga BI rate sebesar 6%, yang menunjukkan profitabilitas usaha tani. Hasil perhitungan BEP penerimaan sebesar Rp7.921.481,14/tahun, BEP produksi sebesar 1.447,63 kg/tahun, dan BEP harga sebesar Rp3.959,92/kg, masing-masing lebih besar dari nilai penerimaan, produksi, dan harga yang diterima petani, yang mengindikasikan kelayakan ekonomi usaha tani. Analisis sensitivitas harga menunjukkan bahwa penurunan harga jual GKP maksimal yang dapat ditoleransi agar usaha tani padi organik di Kecamatan Sawangan layak diusahakan adalah 28%; kenaikan harga pupuk kandang, harga sewa lahan, upah tenaga kerja, dan harga bahan tanam maksimal yang dapat ditoleransi masing-masing adalah 500%, 170%, 80%, dan 2050%. 

This study aims to (1) analyze costs, revenue, income, and profit of organic rice farming, (2) assess the economic feasibility of organic rice farming, and (3) to evaluate the sensitivity of input and output prices changes of organic rice farming in Sawangan Sub-District, Magelang Regency. A total of 60 farmers were selected through purposive sampling, based on criteria of having engaged in organic rice farming for at least one year and being active members of the Gabungan Tani Organik Sawangan (GATOS) farmers group. The results exhibited that organic rice farming in Sawangan generated an annual revenue per hectare of IDR 57,544,936.10, with a total cost of IDR 41,643,398.42, and a resulting profit of IDR 15,901,537.74. The analysis yielded an R/C ratio of 1.38, indicating that for every IDR 1 of cost incurred, the farming generated IDR 1.38 in revenue. The ?/C ratio was 38%, exceeding the Bank Indonesia interest rate of 6%, thus indicating profitability. The break-even point analysis revealed that the break-even revenue was IDR 7,921,481.14 per year, break-even production was 1,447.63 kg per year, and break-even price was IDR 3,959.92 per kg, all of which were lower than the actual revenue, production, and price received by farmers, hence indicating economics feasibility. Sensitivity analysis indicated that the maximum tolerable decrease in the selling price of dry unhusked rice (GKP) to maintain farming feasibility is 28%; the maximum tolerable increases in the prices of organic fertilizer, land rent, labor wages, and seed inputs are 500%, 170%, 80%, and 2050%, respectively. 

Kata Kunci : kelayakan, padi organik, sensitivitas input, sensitivitas output

  1. S1-2025-473159-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473159-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473159-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473159-title.pdf