Efisiensi Teknis Usaha Tani Bawang Merah di Kapanewon Wonosari Kabupaten Gunungkidul
Nurholong Limbong, Anung Pranyoto, S.P., M.P. ; Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, S.U.
2025 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)
Bawang merah merupakan komoditas holtikultura unggulan dengan nilai ekonomi tinggi dan memiliki produksi tertinggi di antara sayuran di Indonesia. Kapanewon Wonosari merupakan daerah penghasil produksi bawang merah tertinggi di Kabupaten Gunungkidul akan tetapi produktivitasnya lebih rendah daripada kapanewon lainnya. Salah satu penyebab adalah karena sistem teknis budidaya yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) faktor-faktor yang memengaruhi produksi usaha tani bawang merah di Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul; (2) tingkat efisiensi teknis usaha tani bawang merah di Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Lokasi penelitian dipilih melalui purposive sampling dan sampel ditentukan dengan metode proportional random sampling. Penelitian dilakukan terhadap 32 petani bawang merah. Metode analisis yang digunakan meliputi: (1) Ordinary Least Square (OLS), (2) analisis regresi linear berganda, (3) analisis efisiensi teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) luas lahan dan bibit berpengaruh signifikan positif terhadap produksi usaha tani bawang merah sedangkan penggunaan tenaga kerja dan pestisida berpengaruh negatif terhadap produksi bawang merah. Sementara itu, pupuk NPK dan pupuk kandang tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi usaha tani bawang merah di Kapanewon Wonosari (2) efisiensi teknis usaha tani bawang merah di Kapanewon Wonosari termasuk dalam kategori belum efisien.
Shallots are a leading horticultural commodity with high economic value and the highest production among vegetables in Indonesia. Kapanewon Wonosari is known as the center of shallots in Gunungkidul Regency. One of the reasons for this is the suboptimal technical cultivation system. This study aims to determine: (1) the factors that influence shallot farming production in Kapanewon Wonosari, Gunungkidul Regency; (2) the level of technical efficiency of shallot farming in Kapanewon Wonosari, Gunungkidul Regency. The research location was selected through purposive sampling, and the sample was determined using proportional random sampling. The study was conducted on 32 shallot farmers. The analysis methods used included: (1) Ordinary Least Square (OLS), (2) multiple linear regression analysis, (3) technical efficiency analysis. The results showed that: (1) land area and seeds had a significant positive effect on shallot farming production, while the use of labor and pesticides had a negative effect on shallot production. Meanwhile, NPK fertilizer and manure did not have a significant effect on shallot farming production in Kapanewon Wonosari. (2) The technical efficiency of shallot farming in Kapanewon Wonosari was categorized as inefficient
Kata Kunci : bawang merah, efisiensi teknis, produksi usaha tani, analisis regresi