Pengaruh Pasir Pantai Samas Sebagai Pengganti Agregat Halus Campuran AC-WC Terhadap Karakteristik Marshall
Fida Wening Palupi, Agus Kurniawan, S.T.,M.T.,Ph.D.
2025 | Tugas Akhir | D4 TEKNIK PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR SIPIL
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pasir Pantai
Samas sebagai bahan pengganti agregat halus dalam campuran AC-WC terhadap
karakteristik marshall. Penelitian
dilakukan di Laboratorium Asphalt Mixing Plant PT. Aneka Dharma Persada dengan
memanfaatkan agregat dari sumber lokal Clereng dan aspal Shell pen grade 60/70.
Penelitian ini dilakukan dengan membuat benda uji dalam 4 variasi
kadar persentase penggunaan agregat Pasir Panti Samas dalam campuran AC-WC.
Benda uji berjumlah 12 yang terdiri dari kadar Pasir Pantai Samas 0%, 5%, 10%,
dan 15?ri total agregat dengan tiap kadar berjumlah 3 benda uji. Kemudian
dilakukan pengujian marshall standart untuk meninjau karakteristik marshall
serta mencari kadar pasir pantai optimum.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak pasir pantai yang digunakan dalam campuran membuat campuran mengalami penurunan nilai stabilitas, VMA, VFB sedangkan pada sifat – sifat campuran yang lain nilainya cenderung konstan. Penambahan Pasir Pantai Samas hingga kadar 6%, sifat – sifat campuran yang didapatkan dapat memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 (Revisi 2). Kadar optimum Pasir Pantai Samas yang didapatkan dari pengujian marshall dengan perendaman 30 menit sebesar 3%.
This study aims to analyze
the effect of using Samas Beach Sand as a substitute for fine aggregate in
Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) mixtures on Marshall characteristics.
The research was conducted at the Asphalt Mixing Plant Laboratory of PT. Aneka
Dharma Persada, using local aggregate sourced from Clereng and Shell asphalt
with penetration grade 60/70. The study involved creating
test specimens with four variations of Samas Beach Sand content: 0%, 5%, 10%,
and 15% of the total aggregate weight. A total of 12 specimens were prepared,
with 3 specimens for each variation. Standard Marshall testing was conducted to
evaluate the mixture’s Marshall properties and to determine the optimum sand content. The results indicate that
increasing the proportion of beach sand in the mixture leads to a decrease in
stability, Void in Mineral Aggregate (VMA), and Void Filled with Bitumen (VFB).
Other Marshall parameters remained relatively constant across the variations.
The addition of Samas Beach Sand up to a content of 6% still meets the
requirements outlined in the Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 (Revisi 2). The
optimum percentage of Samas Beach Sand, based on the 30-minute immersion
Marshall test, was determined to be 3%.
Kata Kunci : Pasir Pantai Samas, Marshall, Campuran AC-WC