DINAMIKA KANDIDASI 'CALEG PINGGIRAN' KASUS JARINGAN RAKYAT MISKIN KOTA (JRMK) JAKARTA DALAM PEMILU LEGISLATIF PROVINSI (DPRD) DKI JAKARTA TAHUN 2024
Irvan Fadhil, Dr. Indah Surya Wardhani, S.Soc., M.Sc.
2025 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN
Kandidasi politik merupakan fungsi penting partai politik karena menentukan siapa yang akan memegang kekuasaan, namun praktiknya di Indonesia cenderung eksklusif, minim partisipasi, dan rawan politik uang. Berangkat dari ketidakpuasan terhadap pola tersebut dan absennya keterwakilan masyarakat miskin kota dalam parlemen, Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) Jakarta melakukan eksperimentasi politik dengan mengusung calon legislatif dari komunitas mereka pada Pemilu Legislatif 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme kandidasi yang digunakan oleh JRMK Jakarta dengan menggunakan teori Hazan dan Rahat (2001), dengan berfokus pada dimensi kandidasi dan dimensi selektorat. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan teori political linkage dari Lawson (1980) untuk memahami bagaimana JRMK Jakarta membangun keterhubungan politik alternatif antara negara dan warga miskin kota di luar struktur partai politik.
Dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan stusi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan pengurus JRMK Jakarta, calon legislatif yang diusung, serta telaah terhadap sumber sekunder. Hasil penelitian menunujukkan bahwa mekanisme kandidasi JRMK Jakarta cenderung mengarah ke inklusivitas, terutama karena terjadinya perluasan pemilih. Meskipun eksperimentasi politik ini tidak menghasilkan kemenangan elektoral, namun berhasil menunjukkan upaya JRMK Jakarta membangun linkage yang partisipatif antara miskin kota dengan negara. Dengan demikian, kandidasi JRMK Jakarta dapat dipahami sebagai bentuk politik alternatif yang tidak hanya menentang dominasi partai politik arus utama, tetapi juga membuka jalan bagi demokratisasi proses kandidasi di Indonesia.
Political candidacy is a crucial function of political parties as it determines who will hold power. However, its practice in Indonesia tends to be exclusive, with minimal participation, and is prone to money politics. Stemming from dissatisfaction with this pattern and the absence of representation for the urban poor in parliament, JRMK Jakarta conducted a political experiment by fielding legislative candidates from their own community in the 2024 Legislative Election. This research aims to analyze the candidacy mechanism used by JRMK Jakarta using the theory of Hazan and Rahat (2001), focusing on the dimensions of candidacy and the selectorate. Additionally, this study employs the theory of political linkage by Lawson (1980) to understand how JRMK Jakarta builds an alternative political connection between the state and urban poor citizens outside the structure of political parties.
Using a qualitative method with a case study approach, this research collected data through in-depth interviews with JRMK Jakarta officials and the nominated legislative candidates, as well as a review of secondary sources. The findings indicate that JRMK Jakarta's candidacy mechanism leans towards inclusivity, primarily due to an expansion of the selectorate. Although this political experiment did not result in an electoral victory, it successfully demonstrated JRMK Jakarta's efforts to build a participatory linkage between the urban poor and the state. Therefore, JRMK Jakarta's candidacy can be understood as a form of alternative politics that not only challenges the dominance of mainstream political parties but also paves the way for the democratization of the candidacy process in Indonesia.
Kata Kunci : kandidasi, Jaringan Rakyat Miskin Kota, Pemilu 2024, inklusivitas, partai politik