Pengalaman Orang Tua Tunggal: Tantangan dan Strategi dalam Menghadapi Perubahan Keluarga (Studi Kasus di Kelurahan Sidoarum, Sleman, Yogyakarta)
Yohana Acmelia Serendipity, Milda Longgeita Br. Pinem, S.sos., M.A., Ph.D.
2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Perkawinan merupakan ikatan yang sangat penting dalam kehidupan keluarga, namun tidak jarang perkawinan berakhir dengan perceraian yang membawa dampak signifikan terhadap struktur keluarga. Di Indonesia, salah satu dampak perceraian adalah munculnya keluarga dengan orang tua tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman orang tua tunggal dalam menghadapi tantangan dan strategi yang mereka terapkan untuk mengatasi perubahan dalam keluarga, terutama di wilayah Yogyakarta, khususnya di Kabupaten Sleman yang memiliki tingkat perceraian cukup tinggi. Fokus utama dari penelitian ini adalah tantangan ekonomi, relasi dengan anak, serta aspek psikologis yang dihadapi oleh orang tua tunggal, serta strategi apa yang dilakukan oleh orang tua tunggal untuk mengatasi perubahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan wawancara yang mendalam dan observasi. Penelitian ini melibatkan empat informan orang tua tunggal dan dua anak dari orang tua tunggal yang ada di Sleman. Data yang diperoleh juga didukung dengan dokumentasi terkait kondisi keluarga mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi oleh orang tua tunggal adalah masalah ekonomi, terutama bagi mereka yang harus menanggung kebutuhan hidup sendiri. Selain itu, relasi dengan anak-anak menjadi aspek penting, dimana beberapa orang tua tunggal mengalami kesulitan dalam mengelola hubungan dengan anak akibat perasaan stres dan kesepian. Aspek psikologis, seperti perasaan marah, cemas dan depresi, juga menjadi masalah besar bagi orang tua tunggal. Untuk mengatasi tantangan tersebut, orang tua tunggal mengembangkan berbagai strategi, termasuk mencari kemandirian ekonomi dengan bekerja keras, mendapatkan dukungan sosial dari keluarga dan komunitas, serta menjaga komunikasi yang baik dengan anak-anak mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun orang tua tunggal menghadapi berbagai kesulitan, mereka menunjukkan ketangguhan yang luar biasa dalam menghadapinya. Resiliensi keluarga menjadi kunci dalam mengatasi perubahan besar dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan kebijakan sosial untuk mendukung orang tua tunggal dalam menghadapi tantangan hidup mereka.
Marriage is a very important bond in family life, but it is not uncommon for marriages to end in divorce, which has a significant impact on family structure. In Indonesia, one of the impacts of divorce is the emergence of single-parent families. This study aims to explore the experiences of single parents in facing challenges and the strategies they apply to cope with changes in the family, especially in the Yogyakarta area, especially in Sleman Regency which has a high divorce rate. The main focus of this research is the economic challenges, relationships with children, and psychological aspects faced by single parents, as well as what strategies single parents use to overcome these changes. The research method used was descriptive qualitative with an in-depth interview and observation approach. This research involved four single parent informants and two children of single parents in Sleman. The data obtained was also supported by documentation related to their family conditions. The results showed that the main challenge faced by single parents is economic problems, especially for those who have to bear their own needs. In addition, relationships with children are an important aspect, where some single parents experience difficulties in managing relationships with children due to feelings of stress and loneliness. Psychological aspects, such as feelings of anger, anxiety and depression, are also a big problem for single parents. To overcome these challenges, single parents develop various strategies, including seeking economic independence by working hard, getting social support from family and community, and maintaining good communication with their children. This study concludes that although single parents face various difficulties, they show remarkable resilience in dealing with them. Family resilience is key in coping with major changes in their lives. Therefore, the results of this study can be taken into consideration in the development of social policies to support single parents in facing their life challenges.
Kata Kunci : Orang tua tunggal, tantangan ekonomi, relasi dengan anak, psikologi, strategi menghadapi perubahan, resiliensi keluarga