Kesejahteraan Anggota Kelompok Wanita Tani Teratai Mekar di Padukuhan Dabag, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman
Amalia Hertati Sasmita, Dr. Silverius Djuni Prihatin, M.Si.
2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Kesejahteraan merupakan salah satu tujuan utama pembangunan sosial yang mencakup aspek material, sosial, dan aktualisasi diri. Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan wadah yang memperkuat peran perempuan dalam agenda pembangunan sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang lebih sejahtera dan adil gender. Dalam perkembangannya, KWT tidak hanya berbasis petani perempuan, tetapi juga ibu rumah tangga seiring dengan modernisasi keanggotaan. Hal ini menunjukkan adanya transformasi peran dan representasi perempuan menjadi agen aktif dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan kondisi kesejahteraan anggota KWT Teratai Mekar secara holistik serta bagaimana cara pemenuhannya.
Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kesejahteraan Erik Allardt untuk melihat proses tercapainya kondisi sejahtera secara objektif dan subjektif melalui tiga dimensi: having (kebutuhan material), loving (kebutuhan sosial), dan being (kebutuhan aktualisasi diri). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam kepada 10 anggota KWT Teratai Mekar serta melalui dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anggota KWT Teratai Mekar merasakan kesejahteraan dalam kehidupan sehari-hari. Pada dimensi having, mereka dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga dengan membeli hasil panen KWT dengan harga yang lebih murah dan memanfaatkan pekarangan untuk bercocok tanam. Sebagian anggota juga memperoleh tambahan pendapatan dari usaha kecil yang secara subjektif menumbuhkan rasa puas dan syukur. Pada dimensi loving, interaksi sosial yang erat dengan keluarga, tetangga, teman di luar KWT, maupun sesama anggota menghadirkan dukungan moral sehingga mereka merasa dihargai dan memiliki ikatan yang kuat. Pada dimensi being, anggota mengalami perkembangan dengan memunculkan ide-ide baru, aktif menyampaikan pendapat dalam forum rutin, serta membangun rasa percaya diri melalui interaksi lintas RW. Dari ketiga dimensi tersebut, loving menjadi aspek yang paling dominan dalam membentuk kesejahteraan anggota KWT.
Kata Kunci: Kesejahteraan, Kelompok Wanita Tani, Erik Allardt
Well-being is one of the primary goals of social development encompassing material, social, and self-actualization aspects. The Women Farmers Group (Kelompok Wanita Tani/KWT) serves as a platform that strengthens women’s roles in the development agenda while fostering the creation of a more prosperous and gender equitable society. Over time, KWT has not only been composed of women farmers, but also of housewives reflecting the modernization of its membership. This indicates a transformation in women’s role and representation positioning them as active agents in social and economic development. Accordingly, this study aims to examine and describe the well-being conditions of KWT Teratai Mekar members holistically and to explore how it is achieved.
The theoretical framework employed in this research is Erik Allardt’s theory of welfare which analyzes both objective and subjective aspects through three dimensions: having (material needs), loving (social needs), and being (self-actualization needs). This research adopts a descriptive qualitative method. The data were collected through observation and in-depth interviews with 10 members of KWT Teratai Mekar along with documentation.
The results reveal that KWT Teratai Mekar members experience well-being in their daily lives. In the having dimension, they are able to reduce household expenses by purchasing KWT harvest at lower prices and by utilizing home gardens for cultivation. Some members also gain additional income from small-scale businesses which subjectively fosters a sense of satisfaction and gratitude. In the loving dimension, close interactions with family, neighbors, friends outside the KWT, and fellow members provide moral support enabling them to feel valued and fostering strong social bonds. In the being dimension, members demonstrate personal growth by generating new ideas, actively voicing opinions in regular forums, and building self-confidence through interactions across different neighborhood associations (RW). Among the three dimensions, loving emerges as the most dominant aspect in shaping the well-being of KWT members.
Keywords: Well-being, Women’s Farmer Group, Erik Allardt
Kata Kunci : Kesejahteraan, Kelompok Wanita Tani, Erik Allardt