Laporkan Masalah

DINAMIKA PEMBAGIAN PERAN DOMESTIK DAN PENGASUHAN ANAK USIA DINI DALAM DUAL EARNER FAMILY

Thesya Nursyabila, Amelia Maika, S.Sos, MA., M.Sc., Ph.D.

2025 | Skripsi | Sosiologi

Fenomena dual earner family menghadirkan kompleksitas dalam pembagian peran domestik dan pengasuhan anak. Penelitian ini berkontribusi pada kajian sosiologi keluarga dengan menelusuri bagaimana pasangan menegosiasikan peran di tengah tuntutan kerja dan keluarga, khususnya dalam konteks pekerjaan dari rumah dan di luar rumah yang masih perlu dieksplorasi lebih dalam. Analisis dibingkai oleh teori Household Division of Labor, Work-Family Balance dan Role Theory. Dengan metode kualitatif-fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman subjektif tujuh pasangan dual earner dengan anak usia prasekolah (5-6 tahun) melalui wawancara mendalam. Temuan studi menunjukkan praktik pembagian peran masih sangat dipengaruhi oleh ideologi gender tradisional, di mana ibu memegang tanggung jawab manajerial (mental load) dan partisipasi ayah bersifat komplementer. Karakteristik pekerjaan, terutama fleksibilitas, menjadi faktor kunci dalam membentuk pola dan jenis keterlibatan orang tua dalam pengasuhan. Dalam menyeimbangkan peran, ibu lebih banyak mengalami ketegangan emosional dan rasa bersalah. Pasangan menerapkan strategi berlapis untuk beradaptasi, meliputi komunikasi, manajemen waktu, penyesuaian standar domestik, fokus pada kualitas interaksi, dan pemanfaatan dukungan eksternal. Studi ini menyimpulkan bahwa keseimbangan kerja-keluarga bukanlah kondisi statis, melainkan sebuah proses negosiasi dinamis yang terus diupayakan melalui adaptasi berkelanjutan.

The phenomenon of the dual earner family presents complexities in the division of domestic roles and childcare. This research contributes to the sociology of the family by exploring how couples negotiate roles amidst the demands of work and family, particularly within the contexts of working from home and outside the home, which require further exploration. The analysis is framed by the theories of Household Division of Labor, Work-Family Balance and Role Theory.  Using a qualitative-phenomenological method, this study delves into the subjective experiences of seven dual-earner couples with preschool aged children (5-6 years) through in depth interviews. The study's findings indicate that the practice of dividing domestic roles is still heavily influenced by traditional gender ideology, where mothers hold managerial responsibilities (mental load) while fathers' participation is complementary. Job characteristics, especially flexibility, are a key factor in shaping the patterns and types of parental involvement in childcare. In balancing their roles, mothers experience more emotional tension and guilt. Couples implement a multi layered set of strategies to adapt, including communication, time management, adjusting domestic standards, focusing on interaction quality, and utilizing external support. This study concludes that work-family balance is not a static condition but a dynamic negotiation process that is continuously pursued through ongoing adaptation.

Kata Kunci : Dual earner family, pembagian peran domestik, pengasuhan anak, keseimbangan kerja-keluarga, ideologi gender.

  1. S1-2025-477227-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477227-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477227-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477227-title.pdf