Monitoring Pertumbuhan dan Kesehatan Tanaman Sengon Solomon (Falcataria falcata (L)) pada Lahan Reklamasi PT Suprabari Mapanindo Mineral, Kalimantan Tengah
Adiasa Vicky Hirmawan, Ir. Singgih Utomo, S.Hut., M.Sc., Ph.D
2025 | Tugas Akhir | D4 PENGELOLAAN HUTAN
Penelitian ini dilakukan untuk memantau pertumbuhan dan kondisi kesehatan tanaman Sengon Solomon (Falcataria falcata (L.)) yang ditanam di lahan reklamasi PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM), Kalimantan Tengah. Pemantauan dilakukan pada tanaman dengan tiga tahun penanaman yang berbeda, yaitu tahun 2019, 2020, dan 2022, dengan ukuran persen hidup, tinggi dan diameter batang tanaman sebagai indikator pertumbuhan. Kesehatan tanaman diukur menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM) melalui tiga indikator utama: Luas Bidang Dasar (LBDS), tingkat kerusakan pohon (CLI), dan Visual Crown Ratio (VCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan terbaik terjadi pada tanaman tahun 2022, dengan rata-rata pertambahan tinggi sebesar 2,60 meter per tahun dan diameter sebesar 2,80 cm per tahun. Namun, kondisi kesehatan terbaik baru ditemukan pada tanaman tahun 2019 dengan skor 14 (kategori sedang), sedangkan tahun 2022 berada pada kategori rendah (skor 9). Penelitian ini memberikan informasi penting sebagai dasar pengambilan keputusan dalam meningkatkan keberhasilan reklamasi tambang secara berkelanjutan.
This study
was conducted to monitor the growth and health condition of Sengon Solomon (Falcataria
falcata (L.)) trees planted on the reclamation site of PT Suprabari
Mapanindo Mineral (SMM) in Central Kalimantan. Monitoring was carried out on
trees planted in three different years—2019, 2020, and 2022—by measuring
survival rate, height, and stem diameter as growth indicators. Tree health was
assessed using the Forest Health Monitoring (FHM) method through three main
indicators: Basal Area (LBDS), Cluster Level Index (CLI) for tree damage, and
Visual Crown Ratio (VCR). The results showed that the best growth occurred in
the 2022 planting cohort, with an average height increment of 2.60 meters per
year and diameter increment of 2.80 cm per year. However, the best health
condition was observed in the 2019 planting cohort, with a score of 14
(moderate category), while the 2022 cohort fell into the low category with a
score of 9. This study provides essential information as a foundation for
decision-making to enhance the success of sustainable post-mining land reclamation.
Kata Kunci : Sengon Solomon, reklamasi tambang, pertumbuhan tanaman, kesehatan tegakan, Forest Health Monitoring (FHM).