Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Peternak Sapi terkait Penyakit Antraks di Desa Serut, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul
Devi Kaeriani, Purwanta, S.Kp., M.Kes. ; Uki Noviana, S.Kep., Ns., MNSc., PhD.
2025 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar belakang: Penyakit antraks merupakan penyakit zoonosis yang dapat menyerang hewan ternak dan manusia, serta berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi dan masalah kesehatan di masyarakat. Kasus antraks di Kabupaten Gunungkidul masih menjadi ancaman bagi sektor peternakan dan kesehatan masyarakat, sehingga Desa Serut dipilih sebagai lokasi penelitian karena termasuk wilayah yang terdampak. Penelitian ini dilakukan untuk menilai tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku peternak sapi dalam menghadapi penyakit antraks.
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku peternak sapi terkait pencegahan penularan penyakit antraks di Desa Serut, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul.
Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain studi cross-sectional. Sampel berjumlah 105 peternak sapi yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Knowledge, Attitude, and Practice (KAP). Analisis data menggunakan uji Chi square dengan tingkat signifikansi 5% (p < 0>
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar peternak memiliki pengetahuan baik (48,6%), sikap baik (55,2%), dan perilaku baik (63,8%). Uji Chi square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan sikap (p=0,022), pengetahuan dengan perilaku (p=0,009), serta sikap dengan perilaku (p=0,001).
Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku peternak sapi terkait pencegahan penularan antraks di Desa Serut tergolong baik, dan ketiganya memiliki hubungan signifikan. Oleh karena itu, peningkatan edukasi dan penyuluhan berkelanjutan penting dilakukan untuk memperkuat perilaku pencegahan penularan antraks di masyarakat peternak.
Background: Anthrax is a zoonotic disease that can infect livestock and humans, and has the potential to cause economic losses and health problems in the community. Anthrax cases in Gunungkidul Regency are still a threat to the livestock sector and public health, so Serut Village was chosen as the research location because it is one of the affected areas. This study was conducted to assess the level of knowledge, attitudes, and behaviors of cattle farmers in dealing with anthrax.
Objective: This study aimed to analyze the correlation between the level of knowledge, attitudes, and practices of cattle farmers in preventing anthrax transmission in Serut Village, Gedangsari District, Gunungkidul Regency.
Methods: This study used an analytical observational research design with a cross sectional study design. The sample consisted of 105 cattle farmers selected using consecutive sampling. The research instrument was a Knowledge, Attitude, and Practice (KAP). Data analysis used the Chi-square test with a significance level of 5% (p < 0>
Result: The results showed that most farmers had good knowledge (48.6%), good attitudes (55.2%), and good behavior (63.8%). The Chi-square test showed a significant relationship between knowledge and attitude (p=0.022), knowledge and behavior (p=0.009), and attitude and behavior (p=0.001).
Conclusion: This study concludes that the level of knowledge, attitude, and behavior of cattle farmers regarding anthrax prevention in Serut Village is relatively good, and all three have a significant relationship. Therefore, it is important to improve education and provide ongoing guidance to strengthen anthrax prevention behavior among the farming community.
Kata Kunci : pengetahuan, sikap, perilaku, antraks