Laporkan Masalah

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik dan Fungisida Propineb terhadap Perkembangan Penyakit Antraknosa Pada Bawang Merah

Dhea Salsabella Putri Utami, Dr. Suryanti, S.P., M.P; Prof. Dr. Tri Joko, S.P., M. Sc.

2025 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN

Penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum siamense menjadi 

salah satu patogen penting pada pertanaman bawang merah. Penurunan hasil produksi 

bawang merah akibat penyakit antraknosa bisa mencapai 100%. Penelitian ini bertujuan 

untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai pupuk organik dan kombinasi pupuk 

organik dengan fungisida terhadap perkembangan penyakit antraknosa pada tanaman 

bawang merah, serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah. 

Penelitian dilakukan di lahan (Panjatan, Kulon Progo), rumah kaca dan laboratorium 

Fakultas Pertanian UGM. Rancangan di lapangan menggunakan RAKL, dan di rumah 

kaca serta laboratorium menggunakan RAL. Parameter pengamatan meliputi intensitas 

dan insidensi penyakit serta pertumbuhan tanaman bawang merah. Analisis kimia tanah 

dan daun di lapangan mencakup N, P, K, dan bahan organik. Data dianalisis statistik 

dan diuji lanjut dengan Tukey HSD atau Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 

pemberian pupuk organik dan kombinasi pupuk organik dengan fungisida tidak 

berpengaruh nyata terhadap insidensi penyakit, namun berpengaruh nyata terhadap 

intensitas penyakit dan menunjukkan kecenderungan positif terhadap pertumbuhan 

tanaman.


Anthracnose disease caused by Colletotrichum siamense is one of the major pathogens 

affecting shallot cultivation. Yield losses due to anthracnose disease can reach up to 

100%. This study aimed to investigate the effect of various organic fertilizers and their 

combinations with fungicides on the development of anthracnose disease in shallot 

plants, as well as their impact on plant growth. The research was done in the field 

(Panjatan, Kulon Progo), greenhouse, and laboratory at the Faculty of Agriculture, 

Gadjah Mada University. A Randomized Complete Block Design (RCBD) was used 

for the field experiment, while a Completely Randomized Design (CRD) was applied 

in the greenhouse and laboratory. Observed parameters included disease intensity and 

incidence, as well as shallot plant growth. Chemical analysis of soil and leaf samples 

from the field covered nitrogen (N), phosphorus (P), potassium (K), and organic matter 

content. Data were statistically analyzed and further tested using Tukey’s HSD or 

Duncan’s multiple range test. The results showed that the application of organic 

fertilizers and their combinations with fungicides had no significant effect on disease 

incidence, but significantly affected disease intensity and showed a positive trend in 

enhancing plant growth. 

Kata Kunci : antraknosa, bawang merah, Colletotrichum siamense, pupuk organik

  1. S1-2025-481554-abstract.pdf  
  2. S1-2025-481554-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-481554-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-481554-title.pdf