Pengembangan Nata de Soya dengan Variasi Konsentrasi Gula dan Waktu Fermentasi
Wanindya Dian Utami, Anjar Ruspita Sari, S.T.P., M.Sc
2025 | Tugas Akhir | D4 Pengembangan Produk Agroindustri
Whey tahu merupakan limbah cair industri tahu yang masih mengandung karbohidrat dan protein yang tinggi, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai media produksi selulosa nata dengan proses fermentasi menggunakan Acetobacter xylinum. Acetobacter xylinum akan mengubah glukosa menjadi selulosa sehingga membentuk nata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi gula dan waktu fermentasi terhadap rendemen nata, ketebalan nata, dan kadar COD whey nata. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktorial yaitu variasi konsentrasi gula (8%-12%) dan lama fermentasi (12, 14, dan 16 hari). Parameter utama yang dianalisis meliputi ketebalan nata, rendemen berat nata, dan kadar COD whey sebelum dan setelah fermentasi, serta penentuan formula terbaik dalam menghasilkan nata. Data dianalisis menggunakan Two Way ANOVA (p<0>
Whey tofu is a liquid waste product from the tofu industry that contains high levels of carbohydrates and proteins, making it a potential medium for the production of nata celullose through a fermentation by Acetobacter xylinum. This study aims to analyse the effect of varying sugar concentrations and fermentation time on nata yield, nata thickness, and COD levels in nata whey. The study was conducted experimentally using a factorial Complete Randomized Design (CRD) with two factors: sugar concentrations (8–12%) and fermentation durations (12, 14, and 16 days). Parameters measured included nata thickness, yield, and the COD of whey before and after fermentation. Data were analysed using Two-Way ANOVA (p<0>0.05) by sugar concentration, fermentation time, or their interaction. The optimal treatment for producing nata de soya was achieved at a sugar concentration of 12% and a fermentation time of 16 days.
Kata Kunci : COD, Gula, Nata de Soya, Waktu Fermentasi, Whey Tahu