Keunggulan Komparatif dan Kompetitif Usaha Tani Melon di Lahan Pasir Pantai Kapanewon Galur Kabupaten Kulon Progo
Devira Putri Rahmalia, Asih Kusumaningsih, S.P., M.Sc.; Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P.
2025 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)
Melon sebagai salah satu komoditas hortikultura yang potensial untuk dikembangkan menghadapi tantangan berupa tren produksi dan luas panen yang cenderung menurun. Kabupaten Kulon Progo sebagai produsen melon terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai banyak memanfaatkan lahan marginal seperti lahan pasir pantai. Pemanfaatan lahan pasir pantai berdampak pada peningkatan biaya input di samping harga jual output berupa melon yang cenderung fluktuatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan kompetitif dan komparatif usaha tani melon di lahan pasir pantai Kapanewon Galur Kabupaten Kulon Progo serta dampak kebijakan pemerintah terhadap keunggulan kompetitif dan komparatif usaha tani melon. Metode dasar yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian difokuskan pada wilayah pesisir pantai di Kalurahan Banaran. Penelitian dilakukan terhadap 39 petani melon di lahan pasir pantai yang melakukan usaha tani pada rentang waktu Februari hingga Juli 2024 yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani melon di lahan pasir memiliki keunggulan kompetitif dengan nilai PCR sebesar 0,81 (PCR<1>non tradable, tetapi bersifat protektif terhadap input tradable pada usaha tani melon di lahan pasir pantai Kapanewon Galur Kabupaten Kulon Progo.
Melon is one of horticultural commodities with enormous potential for development, but they face challenges in the form of declining production and harvest trends. Kulon Progo Regency, the largest melon producer in the Special Region of Yogyakarta (DIY), has begun to make extensive use of marginal land such as coastal sandy land. The use of coastal sandy land has led to increased input costs, while the selling price of melons tends to fluctuate. This study aims to determine the competitive and comparative advantages of melon farming on coastal sandy land in Kapanewon Galur, Kulon Progo Regency, as well as the impact of government policies on the competitive and comparative advantages of melon farming. The basic method used is descriptive with a quantitative approach. The research location is focused on the coastal sand area in Kalurahan Banaran. The research was conducted on 39 melon farmers in a coastal sand area who carried out farming businesses in the period from February to July 2024, determined using purposive sampling. The data analysis method used in this study was the Policy Analysis Matrix (PAM). The results indicated that melon farming in the coastal sand area had a competitive advantage with a PCR value of 0.81 (PCR<1>
Kata Kunci : usaha tani melon, lahan pasir pantai, keunggulan kompetitif, keunggulan komparatif, kebijakan pemerintah, Policy Analysis Matrix (PAM)