Kinerja Sapi Bali dan Sapi Peranakan Ongole Jantan yang diberi pakan basal jerami padi fermentasi dengan suplementasi konsentrat
HAMDAN, Akhmad, Prof.Dr.Ir. Nono Ngadiyono, MS
2004 | Tesis | S2 Ilmu PeternakanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bangsa sapi, macam pakan dan interaksinya terhadap kinerja produksi, meliputi konsumsi pakan, laju pertumbuhan, kecernaan pakan dan konversi pakan serta asfek ekonomis sapi Bali dan sapi Peranakan Ongole (PO) jantan yang diberi pakan basal jerami padi fermentasi (JPF) dengan suplementasi konsentrat. Dua belas ekor sapi Bali jantan berat badan awal 183,88 ± 16,88 kg dan dua belas ekor sapi PO jantan berat badan awal 265,9 ± 37,88 kg umur 1,5 – 2 tahun digunakan dalam penelitian ini. Masing-masing dibagi secara acak dalam dua kelompok perlakuan pakan; K0 (kontrol) dan KI (perlakuan). Air minum diberikan ad libitum. Data yang diperoleh dianalisis kovariansi dengan rancangan acak lengkap pola faktorial (2 x 2). Hasil analisis kovariansi menunjukkan interaksi sangat nyata antara bangsa ternak dengan macam pakan yang diberikan terhadap konsumsi g/kg berat badan metabolik (g/kg BBM) pakan, sedangkan terhadap pertambahan berat badan harian (PBBH), kecernaan pakan dan nilai konversi pakan tidak menunjukan adanya interaki. Rata-rata konsumsi pakan (g/kg BBM) dan PBBH (kg/ekor/hari) K0 dan K1 masing-masing 74,75 vs 78,99 BK, 71,65 vs 74,07 BO, 8,53 vs 8,95 PK, 45,90 vs 46,82 TDN dan 0,36 vs 0,78. Kinerja sapi Bali dan Sapi PO yang diberi pakan jerami padi fermentasi dan konsentrat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan pakan pola petani. Kinerja sapi PO lebih baik dari pada sapi Bali.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bangsa sapi, macam pakan dan interaksinya terhadap kinerja produksi, meliputi konsumsi pakan, laju pertumbuhan, kecernaan pakan dan konversi pakan serta asfek ekonomis sapi Bali dan sapi Peranakan Ongole (PO) jantan yang diberi pakan basal jerami padi fermentasi (JPF) dengan suplementasi konsentrat. Dua belas ekor sapi Bali jantan berat badan awal 183,88 ± 16,88 kg dan dua belas ekor sapi PO jantan berat badan awal 265,9 ± 37,88 kg umur 1,5 – 2 tahun digunakan dalam penelitian ini. Masing-masing dibagi secara acak dalam dua kelompok perlakuan pakan; K0 (kontrol) dan KI (perlakuan). Air minum diberikan ad libitum. Data yang diperoleh dianalisis kovariansi dengan rancangan acak lengkap pola faktorial (2 x 2). Hasil analisis kovariansi menunjukkan interaksi sangat nyata antara bangsa ternak dengan macam pakan yang diberikan terhadap konsumsi g/kg berat badan metabolik (g/kg BBM) pakan, sedangkan terhadap pertambahan berat badan harian (PBBH), kecernaan pakan dan nilai konversi pakan tidak menunjukan adanya interaki. Rata-rata konsumsi pakan (g/kg BBM) dan PBBH (kg/ekor/hari) K0 dan K1 masing-masing 74,75 vs 78,99 BK, 71,65 vs 74,07 BO, 8,53 vs 8,95 PK, 45,90 vs 46,82 TDN dan 0,36 vs 0,78. Kinerja sapi Bali dan Sapi PO yang diberi pakan jerami padi fermentasi dan konsentrat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan pakan pola petani. Kinerja sapi PO lebih baik dari pada sapi Bali.
Kata Kunci : Pakan Sapi,Jerami Padi Fermentasi,Supplementasi Konsentrat, Productivity, Bali dan PO cattle, Fermented rice straw, Concentrate