Laporkan Masalah

Karakteristik Fisiologis, Pertumbuhan, dan Hasil Teh (Camellia sinensis L.) Asal Biji dan Klon pada Dosis Pemupukan NPK Berbeda

Lina Anggraeni, Taufan Alam, S.P., M.Sc.; Prof. Dr. Rudi Hari Murti, S.P., M.P.

2025 | Skripsi | AGRONOMI

Teh merupakan komoditas perkebunan yang produk olahannya banyak diminati masyarakat. Indonesia termasuk salah satu negara pengekspor teh yang menempati urutan ke-10 di dunia. Peningkatan produksi teh dapat dilakukan dengan manajemen pemupukan NPK. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemupukan NPK terhadap karakteristik fisiologis, pertumbuhan, dan hasil teh serta menentukan dosis optimum NPK teh asal biji dan klon pada dosis pemupukan NPK yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada November 2024 – Maret 2025 di Afdeling Kayulandak, Unit Produksi Pagilaran, PT. Pagilaran, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) faktorial dengan 3 blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah tanaman teh asal biji, Gambung 7, dan TRI 2025. Faktor kedua adalah dosis NPK, yaitu 0; 0,5; 1,0; dan 1,5 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas kering tertinggi sebesar 1,05 ton/ha/tahun pada TRI 2025 diikuti oleh biji dan Gambung 7 masing-masing dengan 0,48 ton/ha/tahun dan 0,26 ton/ha/tahun. Dosis NPK 1,5 ton/ha menunjukkan produktivitas kering tertinggi sebesar 0,62 ton/ha/tahun. Dosis optimum NPK untuk katekin sebesar 0,79 ton/ha untuk biji, 0,47 ton/ha untuk Gambung 7, dan 0,73 ton/ha untuk TRI 2025. 

Tea is a plantation commodity with processed products that are widely favored by the public. Indonesia is one of the world's top ten tea-exporting countries. Increasing tea production can be achieved through proper NPK fertilization management. This study aimed to determine the effects of NPK fertilization on physiological characteristics, growth, and yield of tea, and to identify the optimum NPK dosage for seed- and clone derived tea at different NPK fertilizer doses. The research was conducted from November 2024 to March 2025 at Afdeling Kayulandak, Pagilaran Production Unit, PT. Pagilaran, Batang Regency, Central Java. A factorial randomized complete block design (RCBD) with three replications was used. The first factor was tea plants from seed, Gambung 7, and TRI 2025. The second factor was NPK dosage: 0; 0,5; 1,0; and 1,5 tons/ha. Results showed that the highest dry productivity was 1.05 tons/ha/year in the TRI 2025 clone, followed by seed and Gambung 7, with 0,48 tons/ha/year and 0,26 tons/ha/year. An NPK dose of 1,5 tons/ha resulted in the highest dry productivity at 0,62 tons/ha/year. The optimum dose for catechin content was 0,79 tons/ha for seed, 0,47 tons/ha for Gambung 7, and 0,73 tons/ha for TRI 2025. 

Kata Kunci : bahan tanam, NPK, pemupukan, teh

  1. S1-2025-477199-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477199-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477199-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477199-title.pdf