Karakterisasi dan Analisis Hubungan Kekerabatan 25 Aksesi Anggrek Bulan (Phalaenopsis spp.) Berdasarkan Karakter Morfologi
Rasikhah Shoha Qurratul'Aini, Prof. Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc.; Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M.Agr., Ph.D.
2025 | Skripsi | AGRONOMI
Phalaenopsis merupakan salah satu jenis anggrek yang
populer di Indonesia dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Phalaenopsis memiliki daya tarik baik dari morfologi
bunga dan keragaman warnanya. Perbanyakan anggrek Phalaenopsis dapat dilakukan dengan hibridisasi. Akan tetapi,
perbanyakan dengan hibridisasi sering kali gagal karena ketidakcocokan dengan
tetuanya, sehingga diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan keberhasilan
hibridisasi dalam program pengembangan anggrek. Penelitian dengan judul
"Karakterisasi dan Analisis Hubungan Kekerabatan 25 Aksesi Anggrek Bulan (Phalaenopsis spp.) Berdasarkan Karakter Morfologi" dilakukan dengan
tujuan untuk mengetahui deskripsi
tentang karakteristik morfologi Phalaenopsis, nilai keragaman dan
hubungan kekerabatan anggrek Phalaenopsis
berdasarkan karakter morfologi. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan
metode observasional deskriptif. Variabel pengamatan yang diamati berdasarkan
deskriptor dari UPOV dan Panduan Karakterisasi dari Balai Tanaman Hias sejumlah
75 karakter kuantitatif dan 16 karakter kualitatif. Hasil karakterisasi
morfologi berupa deskripsi, kemudian dihitung persentase proporsi sebaran dan
indeks keragaman shannon-wiener berdasarkan karakter kualitatif. Analisis
klaster dan analisis komponen utama (PCA) dilakukan untuk mengetahui hubungan
kekerabatan dan karakter penting yang berkontribusi terhadap keragaman.
Berdasarkan uraian tersebut, diketahui bahwa sejumlah 25 aksesi anggrek Phalaenopsis yang diamati, memiliki variasi
warna dan corak yang beragam mulai dari warna putih merata hingga ungu
kemerahan pada sepal, petal, dan labellum. Nilai indeks keragaman shannon-wiener memiliki nilai
sebesar 0,86 yang diklasifikasikan ke dalam keragaman rendah. Pengelompokan 25
aksesi Phalaenopsis pada dendrogram dikelompokkan menjadi dua klaster
yaitu A dan B dengan nilai koefisien kemiripan sebesar 0,64 - 0,92.
A well-liked orchid species with significant economic
importance in Indonesia is Phalaenopsis. Phalaenopsis has an
attractive flower morphology and colors diversity. One method of propagating Phalaenopsis
orchids is hybridization. However, hybridization propagation frequently fails
due to incompatibility with its parents, efforts must be made to improve
hybridization’s success in orchid development programs. The study entitled
"Characterization and Cluster Analysis Moth Orchid (Phalaenopsis spp.)
Accessions Based on Morphological Characters" was to describe the
morphological traits of Phalaenopsis, as well as the diversity values
and kinship relationships of Phalaenopsis orchids based on morphological
characters. The research method used is a descriptive observational method. The
observed variables consist of 75 quantitative and 16 qualitative features and
are based on UPOV descriptors and the Ornamental Plant Center's Characterization
Guidelines. The results of morphological characterization are in the form of descriptions,
the percentage of distribution proportion and Shannon-Wiener diversity index
are calculated based on qualitative characters. Cluster analysis and Principal
Component Analysis (PCA) were conducted to determine the kinship relationships
and important characters that contribute to diversity. According to the
description, a total of 25 Phalaenopsis orchid accessions has a variety
of colors and patterns ranging from uniform white to reddish purple on sepals, petals,
and labellum. With a value of 0,86, the Shannon-Wiener diversity index is
categorized as low diversity. According to the dendrogram, the 25 Phalaenopsis
accessions are divided into two clusters, A and B, with similarity coefficient
values ranging from 0.64 to 0.92.
Kata Kunci : Analisis klaster, analisis komponen utama, karakterisasi, morfologi, Phalaenopsis.