Laporkan Masalah

Hubungan Antara Penerapan Atraumatic Care Dengan Kecemasan Anak Yang Dilakukan Pemasangan Infus Di Instalasi Kesehatan Ibu dan Anak Terpadu RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Muslimah, Ayyu Sandhi, S.Kep., Ns., M.Sc., Ph.D ; Ambarwati, S.Kep., Ns., M.Kep

2025 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN

Latar belakang: Anak usia prasekolah sering mengalami kecemasan saat menjalani prosedur invasif seperti pemasangan infus. Penerapan atraumatic care menjadi pendekatan penting dalam upaya meminimalkan ketidaknyamanan dan kecemasan anak selama perawatan di rumah sakit, namun implementasinya masih belum optimal di berbagai fasilitas pelayanan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerapan atraumatic care dengan kecemasan anak usia prasekolah yang menjalani pemasangan infus.

Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan antara penerapan atraumatic care dengan kecemasan anak yang dilakukan pemasangan infus di Instalasi Kesehatan Ibu dan Anak Terpadu RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Metode: Penelitian kuantitatif korelatif menggunakan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4-18 Juni 2025 kepada 80 responden yang merupakan anak usia pra sekolah dan orang tua atau keluarga di Instalasi Kesehatan Ibu dan Anak Terpadu RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner penerapan atraumatic care dan VAS-A. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat. Analisa univariat digunakan untuk menganalisa karakteristik responden, variabel penerapan atraumatic care, dan variable kecemasan. Sedangkan analisa bivariat Spearman Rank digunakan untuk mengetahui hubungan antara penerapan atraumatic care dengan kecemasan anak yang dilakukan pemasangan infus.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 79 orang tua atau keluarga (98,75%) dalam penelitian ini menilai penerapan atraumatic care oleh perawat dalam kategori baik. Sebanyak 66 anak (82,50%) memiliki skor kecemasan pada kategori ringan. Hasil uji korelasi menggunakan Spearman Rank menunjukkan tidak adanya hubungan antara penerapan atraumatic care dan kecemasan anak yang dilakukan pemasangan infus (p=0,561).

Kesimpulan: Dimensi atraumatic care dengan skor tertinggi adalah pada dimensi ”mencegah atau mengurangi cedera dan nyeri”, sementara dimensi kecemasan anak dengan skor tertinggi adalah pada dimensi ”suasana hati cemas atau khawatir”. Tidak terdapat hubungan antara penerapan atraumatic care dengan kecemasan anak yang dilakukan pemasangan infus di Instalasi Kesehatan Ibu dan Anak Terpadu RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Background: Preschool children often experience anxiety when undergoing invasive procedures such as IV insertion. The application of atraumatic care is an important approach to minimizing children's discomfort and anxiety during hospitalization, yet its implementation remains suboptimal in many healthcare facilities. Therefore, this study aims to determine the relationship between the application of atraumatic care and anxiety in preschool children undergoing IV insertion.

Objective: Analyzing the relationship between atraumatic care implementation and anxiety among children with intravenous access in Integrated Maternal and Child Health Installation of RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Method: This quantitative correlative study used a cross-sectional design. This study was conducted on 4-18 June 2025 with 80 respondents who were preschool-aged children and their parents or family member at the Integrated Maternal and Child Health care Installation RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, who were selected using a purposive sampling technique. Data collection was carried out using a questionnaire on the application of atraumatic care and VAS-A. Data analysis used was univariate analysis and bivariate analysis. Univariate analysis was used to analyze respondent characteristics, atraumatic care application variables, and anxiety variables. While bivariate analysis using the Spearman Rank to determine the relationship between atraumatic care implementation and anxiety among children with intravenous access.

Results: The results showed that 79 parent or family (98,75%) in this study scored atraumatic care implementation in the good category. Sixty-six respondents (82,50%) scored mild in anxiety. The results of the correlation test using Spearman Rank showed no relationship between atraumatic care implementation and anxiety among children with intravenous access (p=0,561).

Conclusion: The atraumatic care dimension with the highest score is the dimension of “preventing or reducing injury and pain”, while the dimension of child anxiety with the highest score is the dimension of “anxious or worried mood”.There was no relationship between atraumatic care implementation and anxiety among children with intravenous access in Integrated Maternal and Child Health Installation of RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Kata Kunci : atraumatic care, kecemasan, pemasangan infus, anak usia pra sekolah/atraumatic care, anxiety, iv insertion, preschool children

  1. S1-2025-519271-abstract.pdf  
  2. S1-2025-519271-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-519271-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-519271-title.pdf