Variabilitas Fraksi Karbon Organik Labil dan Stabil pada Andisol Sebelum dan Setelah Pemupukan Nitrodiamine Plus di Kelas Sudut Lereng yang Berbeda di Kebun Teh Tambi, Wonosobo
Rani Eka Prasasti, Dr. Ir. Eko Hanudin, M.P., IPU, ASEAN Eng ; Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P.
2025 | Skripsi | ILMU TANAH
Tanah Andisol di lereng gunung
berapi memiliki kesuburan tinggi, namun rentan terhadap erosi dan kehilangan
karbon organik. Pemupukan dengan Nitrodiamine Plus diharapkan mampu
meningkatkan fraksi karbon organik tanah yang dapat
menunjang produktivitas tanaman teh.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemiringan lereng
berdasarkan kelas sudut lereng dan melihat efek pemupukan Nitrodiamine Plus
terhadap fraksi karbon organik labil dan stabil pada tanah Andisol, guna
mendukung strategi pengelolaan tanah berkelanjutan. Penentuan
titik lokasi pengambilan sampel tanah mengacu pada peta kelas sudut lereng yang
diklasifikasikan berdasarkan persentase kemiringan lereng (%) dari data DEMNAS, yang
dibagi menjadi lima kelas (0-8%,
8-15%, 15-25%, 25-45%, > 45%). Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-30 cm
di bawah tegakan teh dengan umur, kerapatan tanaman, klon, dan dosis pupuk yang
sama. Tanah yang dianalisis terdiri dari tanah awal dan tanah 2 bulan setelah
pemupukan Nitrodiamine Plus. Analisis meliputi sifat fisika tanah, sifat kimia
tanah, fraksi karbon organik labil (C-mineralisasi, C-BMT, C-POM, C-larut air),
serta fraksi karbon organik stabil (asam humat, asam fulvat, humin). Data dianalisis menggunakan ANOVA satu faktor dengan faktor tunggal
berupa kelas sudut lereng, dan dilanjutkan dengan uji HSD Tukey apabila
hasilnya signifikan. Sedangkan data yang tidak berdistribusi normal dianalisis
dengan Kruskal-Wallis, dilanjutkan dengan uji Dunn apabila hasil signifikan. Analisis
korelasi Pearson digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan terikat.
Data tanah awal dan 2 bulan setelah pemupukan dibandingkan secara deskriptif
untuk melihat efek pemupukan terhadap fraksi karbon organik labil dan stabil
pada setiap kelas sudut lereng. Hasil
menunjukkan kelas sudut lereng tidak berpengaruh signifikan terhadap fraksi
karbon organik labil maupun stabil, sedangkan pemupukan Nitrodiamine Plus mampu
meningkatkan fraksi karbon organik labil. Namun, pada fraksi karbon organik stabil
terdapat variasi peningkatan dan penurunan di beberapa lokasi, yang diduga
dipengaruhi oleh adanya perbedaan dinamika dekomposisi bahan organik dan respons mikroba tanah dalam proses stabilisasi bahan organik.
Andisol soils on volcanic slopes have high
fertility but are prone to erosion and organic carbon loss. Fertilization using
Nitrodiamine Plus is expected to improve soil organic carbon fractions, which can support the productivity of tea plants. This study aimed to examine the effects of
slope gradient based on slope angle classes and to evaluate the impact
of Nitrodiamine Plus fertilization on labile and stable carbon organic fractions in Andisol soils to support
sustainable soil management strategies. The soil sampling
locations were determined based on the slope angle class map classified by
slope gradient percentages (%) from DEMNAS data, which were divided into five
classes (0-8%, 8-15%, 15-25%, 25-45%, > 45%). Soil
samples were collected at a depth of 0-30 cm under tea stands with uniform age,
plant density, clone, and fertilizer dosage. The analyzed
soils consisted of initial soil and soil sampled two months after the
application of Nitrodiamine Plus fertilizer. The analyses included soil physical properties, soil chemical
properties, labile organic carbon fractions (C-mineralization, microbial biomass carbon (C-BMT), particulate
organic matter carbon (C-POM), water-soluble carbon), and stable carbon organic
fractions (humic acid, fulvic acid, humin). Data were analyzed using one-factor
ANOVA with slope angle class as the single factor, followed by Tukey's HSD test if the results
were significant. Whereas data that were not normally distributed were analyzed
by Kruskal-Wallis, followed by the Dunn test if the results were significant.
Pearson correlation analysis was used to determine the relationship between
independent and dependent variables. Baseline soil data
and data obtained two months after fertilization were descriptively compared to
observe the effects of fertilization on labile and stable fractions of organic
carbon at each slope angle class. Results
showed that slope angle classes had no significant effect on either labile or
stable carbon organic fractions. Meanwhile, Nitrodiamine Plus fertilization
increased the labile carbon organic fraction. However, the stable carbon organic
fraction showed varying increases and decreases across locations, which were
presumably influenced by differences in the dynamics of
organic matter decomposition and the response of soil microbes in the process
of organic matter stabilization.
Kata Kunci : Andisol, karbon organik labil, karbon organik stabil, kelas sudut lereng, Nitrodiamine Plus