Laporkan Masalah

Kajian kerusakan fisik lahan DAS Tabalong Kanan dengan pendekatan evaluasi kemampuan dan penggunaan lahan

YANI, Norzain Akhmad, Dr. H. Suratman Worosuprojo, M.Sc

2005 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan (Magister Pengelolaan Lingkunga

Penelitian ini dilakukan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Tabalong Kanan, Kabupaten Tabalong, Propinsi Kalimantan Selatan. Tujuan penelitian adalah: (1) menilai kemampuan lahan dan selanjutnya membuat pola arahan penggunaan lahan dalam bentuk peta arahan penggunaan lahan; dan (2) mengkaji kesesuaian penggunaan lahan saat ini dan kaitannya dengan kerusakan fisik lahan yang terjadi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metoda survei dan pemetaan. Untuk mengetahui kelas kemampuan lahan adalah dengan melakukan teknik pembandingan (matching) antara data yang diperoleh dan kriteria yang telah ditetapkan. Metoda analisis menggunakan cara penampalan atau tumpang-susun (overlay) beberapa peta tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan lahan dapat diklasifikasikan kedalam 5 (lima) kelas, yaitu kelas II seluas 5.528,95 Ha (7,71% dari luas daerah penelitian), kelas III seluas 19.637,11 ha (27,37%), kelas IV seluas 23.417,64 Ha (32,64%), kelas VI seluas 11.532,17 (16,07%), dan kelas VII seluas 11.629,79 Ha (16,21%). Penggunaan lahan saat ini dapat kelompokkan menjadi 4 (empat) tingkat kesesuaian, yaitu sangat sesuai seluas 38.358,93 Ha (53,47% dari luas daerah penelitian), cukup sesuai seluas 12.442,66 Ha (17,34%), kurang sesuai seluas 17.765,85 Ha (24,76%), dan tidak sesuai seluas 3.178,21 Ha (4,43%). Hasil kajian kerusakan fisik lahan akibat ketidaksesuaian antara penggunaan lahan dengan kemampuan lahannya diperoleh kesimpulan berikut: (1) penggunaan lahan yang tidak sesuai kemampuan lahan cenderung terjadi lahan kritis, yaitu sekitar 98% berada dalam kondisi kritis dan sangat kritis; (2) penggunaan lahan kurang sesuai sekitar 68% (kritis dan sangat kritis); (3) penggunaan lahan cukup sesuai sekitar 51% (kritis dan sangat kritis); dan (4) penggunaan lahan sangat sesuai hanya sekitar 3% (kritis dan sangat kritis).

This research entitled “Examination of Physical Land Degradation of Tabalong Kanan Watershed Area With Land Capability and Land Use Evaluation Approach” was conducted in watershed areas of Tabalong Kanan River, Tabalong Regency, Province of Kalimantan Selatan. The purposes of the research were: (1) to evaluate land capability and then to make the direction for future land use in form of a map; and (2) to examine the present land use suitability and its relation to the physical land degradation occurred. The research was conducted using survey and mapping methods. Matching technic has been used to determined the class of land capability using collected data and criteria that has been fixed. The method of analysis used of some thematic maps overlaying technique. The result of the research indicated that land capability of studied area could be classified into five classes that are land capability class II which covers an area of 5.528,95 Ha (7,71% of studied area), class III 19.637,11 ha (27,37%), class IV 23.417,64 Ha (32,64%), class VI 11.532,17 Ha (16,07%), and class VII 11.629,79 Ha (16,21%). The present land use could classified into four suitability grade that are highly suitable about 38.358,93 Ha in areal (53,47% of studied area), moderately suitable 12.442,66 Ha (17,34%), marginally suitable 17.765,85 Ha (24,76%), and not suitable 3.178,21 Ha (4,43%). The physical land degradation caused of unsuitability between present land use and its land capability could be concluded as: (1) the land use which is not suitable with its land capability tend to be degraded and became a critical land, i.e. about 98% in critical and highly critical conditions; (2) marginally suitable land use is about 68% (critical and highly critical); (3) moderately suitable land use is about 51% (critical and highly critical); and (4) highly suitable land use is only about 3% (critical and highly critical).

Kata Kunci : Lingkungan, Kerusakan Lahan DAS, Kemampuan Lahan, land capability, land use suitability, physical land degradation, watershed area.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.