Jumlah anak dan kondisi sosial ekonomi: Suatu kajian awal tentang dampak fertilitas terhadap kondisi sosial-ekonomi keluarga kasus di Kecamatan Jebres Kotamadya Surakarta
D. Priyo Sudibyo, Prof.Dr. Masri Singarimbun
1996 | Tesis | S2 KependudukanINTISARI Penelitian tentang Jumlah anak dan kondisi sosial ekonomi keluarga ini dilakukan di Kecamatan Jebres, Kotamadia Surakarta, dengan tujuan utama untuk mengeta- hui; hubungan antara fertilitas dengan kondisi sosial ekonomi keluarga. Selain itu secara lebih rinci ingin pula mengkaji berbagai dampak fertilitas terhadap: (1) aktivitas ekonomi wanita, (2) pemenuhan kebutuhan pokok, serta (3) biaya pendidikan dan tingkat pendidikan anak. Selain hal tersebut, penelitian ini juga mencoba mene- lusuri riwayat dan status pemilikan rumah menurut seja- rah fertilitasnya. Akan dikemukakan pula dampak lain dari fertilitas yang merupakan indikator subyektif, yakni perilaku menabung, serta ada tidaknya hambatan dalam memenuhi kebutuhan pokok jika jumlah anak lebih banyak. Hasil analisis ternyata menunjukkan bahwa terdapat korelasi negatif antara fertilitas dengan kondisi sosial-ekonomi keluarga, artinya semakin tinggi fertili- tas akan semakin kurang baik kondisi sosial-ekonominya. Kemudian secara lebih rinci fertilitas juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi, dimana responden yang memi- liki fertilitas tinggi cenderung tidak bekerja. Fertili- tas juga berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan pokok, terutama bagi responden dengan fertilitas rendah memi- liki peluang lebih banyak untuk lebih meningkatkan kualitas dalam hal pemenuhan kebutuhan pokoknya. Dikaitkan dengan biaya pendidikan anak ternyata terdapat kecenderungan bahwa semakin tinggi fertilitas maka biaya pendidikan yang harus dikeluarkan juga sema- kin besar. Demikian halnya dengan tingkat pendidikan anak, yakni semakin tinggi fertilitas maka tinggi pula tingkat pendidikan anak. Juga diperoleh hasil bahwa lebih dari separuh responden telah memiliki rumah sendiri dengan cara membeli. Dilihat menurut sejarah fertilitasnya ternyata memperlihatkan penurunan persentase yang cukup berarti seiring dengan semakin meningkatnya fertilitas. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi fertilitas maka akan semakin banyak hambatan untuk memiliki rumah. Berdasarkan beberapa indikator subyektif maka dapat diketahui bahwa fertilitas berpengaruh terhadap perilaku menabung. Responden dengan fertilitas rendah memiliki lebih banyak kesempatan untuk dapat menabung, sebaliknya yang memiliki fertilitas tinggi belum dapat menyisihkan sebagian pendapatannya untuk ditabung. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa sebagian besar responden tidak ingin menambah anak lagi. Hal ini terlihat bahwa lebih dari separuh responden menyatakan; "jika jumlah anaknya lebih banyak dari saat ini, maka akan menjadikan hambatan dalam hal meningkatkan kualitas hidupnya". Dengan demikian, nampaknya sudah muncul suatu aspirasi, yakni adanya upaya untuk senantiasa meningkat- kan kualitas kehidupan keluarga dengan cara membatasi jumlah anak. Kata kunci: fertilitas kondisi sosial ekonomi
ABSTRACT This research has been done in Kecamatan Jebres, Kotamadia Surakarta. The main objective is to investi- gate the correlation of fertility on social economic condition of a family. To do so it will be analyzed the impact of fertility on; (1) women's economic activities, (2) basic needs fulfilment, and (3) the cost and im- provement of their children education. Bisides this research is also tried to trace the status and the history of their house ownership according to their fertility records. It also will be observed the impact of fertility on subjective indicators which consist of; saving behavior and the barrier of the basic needs fulfilment if they have more children. The data reveal that the fertility has a negative correlation to social economic condition. This means that the higher fertility, the worse their social eco- nomic condition. Moreover the fertility has also impact on the women's economic activities. The respondent who have higher fertility tend to be jobless. On the other hand, the fertility has impact on their basic needs fulfilment, especially for the lower fertility. Because they have more opportunities to improve their quality of life. The result of the analyze is also indicate the impact of fertility toward children's education cost. It means the higher fertility, the more cost of their children's education will be needed. It also has a positive correlation with the degree of children educa- tion. More than half respondents owner a house. It showed a significant association between fertility and house ownership. It means that the more children they have the least opportunity to buy the house. Concerning with the subjective indicator its proved that fertility affect saving behavior. The lower ferti- lity has much more chance to do saving, but the higher fertility can not to do so. The important thing is that most of the respondent are not willing to have more children. As stated by more than half that "if they have more children they will get difficulties to raise their quality of life". Key words: fertility social economic condition
Kata Kunci : fertilitas kondisi sosial ekonomi