Laporkan Masalah

Kecenderungan Victim Blaming pada Korban Kekerasan Seksual Ditinjau dari Just World Belief dan Jenis Kelamin Korban Berbasis Vignette

Fangsyuzu Alaik Amalul Haq, Tri Hayuning Tyas, S.Psi., M.A., Psikolog

2025 | Skripsi | PSIKOLOGI

Kekerasan seksual dapat memberikan dampak yang kompleks bagi korbannya, baik secara fisik, psikologis, ekonomi, hingga sosial. Hal tersebut semakin diperparah dengan adanya potensi viktimisasi sekunder pada korban atau atau bisa disebut sebagai victim blaming (VB). Just World Belief (JWB) sering kali dilihat sebagai salah satu faktor yang berpengaruh. Masalah lain juga muncul ketika individu merasa hanya perempuan saja yang dapat menjadi korban. Melalui pendekatan kuantitatif, studi ini bertujuan untuk mengetahui sikap victim blaming korban kekerasan seksual ditinjau dari just world belief dan jenis kelamin korban. Partisipan studi (N=139) merupakan individu berusia lebih dari 18 tahun, Warga Negara Indonesia, dan dibesarkan dengan budaya Indonesia yang menyelesaikan kuesioner secara daring. Analisis regresi menunjukkan bahwa JWB secara signifikan dapat berperan pada sikap VB (F = 9,22; p = 0,003). Analisis paired t-test juga menemukan bahwa korban laki-laki cenderung menerima sikap VB lebih besar dibandingkan korban perempuan (t = -7,20; p < 0>

Sexual assault can have complex impact for the victim, including physical, psychological, economical, and social consequences. This effect can be exacerbated by the potential of secondary victimization or victim blaming. Just World Belief (JWB) is often seen as one of the factors associated with victim blaming (VB). Another problem emerges when people assume that only women can be victims. Using a quantitative method, this research aims to understand victim blaming attitudes based on Just World Belief and victim’s sex. Participants (N=139) were individuals aged 18 years old or older, held Indonesian citizenship, were raised with Indonesian culture, and completed the online questionnaire. Simple regression showed that JWB significantly predicts VB (F = 9,22; p = 0,003). Paired t-test also revealed that male victims tended to receive more VB than female victims (t = -7,20; p < 0>

Kata Kunci : victim blaming, just world belief, jenis kelamin korban, kekerasan seksual, korban laki-laki, Indonesia

  1. S1-2025-478199-abstract.pdf  
  2. S1-2025-478199-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-478199-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-478199-title.pdf