Laporkan Masalah

Tanggapan Produktivitas dan Mutu Teh (Camellia sinensis L.) terhadap Dua Model Pemetikan

Ni Kadek Dea Ranisa, Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P., Ph.D. ; Rani Agustina Wulandari, S.P., MP., Ph.D.

2025 | Skripsi | AGRONOMI

Teh (Camellia sinensis L.) merupakan salah satu komoditas yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Teh memiliki peranan strategis dalam perekonomian Indonesia. Permasalahan dari dari budidaya tanaman teh berasal dari manajemen ketikan pemetikan. Pemetikan umumnya dilakukan dengan model pemetikan existing yaitu pemetikan manual dengan menggunakan tangan dengan alat yaitu pisau, dengan siklus pendek yaitu 20 hari. Pemetikan tersebut menyebabkan produktivitas teh menjadi menurun sehingga perlu dilakukan model pemetikan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan mutu pucuk teh. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji perbedaan tingkat produktivitas dan mutu pucuk diantara model pemetikan inovasi dan existing.  Penelitian dilakukan Desember 2024-Maret 2025 di Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan untuk analisa laboratorium dilakukan di Laboratorium Manajemen Produksi Tanaman, Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian dan Laboratorium Biokimia Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, Penelitian dilakuan pada dua petak lahan dengan masing-masing lahan terdiri dari satu perlakuan. Setiap perlakuan memiliki 16 ulangan dan setiap ulangan memiliki 3 sub ulangan. Setiap sub ulangan dibuat petak berukuran 1m2. Perlakuan yang diberikan yaitu model pemetikan. Model pemetikan yang diuji ada dua yaitu model inovasi (T1) dan model existing (T2). Perdu teh yang diberi perlakuan pemetikan model inovasi mengalami kenaikan produktivitas pucuk jika dibandingkan dengan perdu teh yang diberi perlakuan existing berdasarkan variabel pertumbuhan dan variabel hasil. Variabel mutu diindikasikan oleh kadar katekin pucuk nilainya lebih tinggi pada perlakuan existing dibandingkan inovasi.

Tea (Camellia sinensis L.) is a commodity with high economic value and plays a strategic role in Indonesia’s economy. One of the main problems in tea cultivation lies in the management of harvesting practices. Harvesting is commonly carried out using the existing method, namely manual picking by hand with the aid of a knife, in a short cycle of 20 days. This method tends to reduce tea productivity, highlighting the need for an innovative picking model to improve both yield and quality of tea shoots. This study aims to evaluate the differences in productivity and shoot quality between the innovative and existing picking models. The research was conducted from December 2024 to March 2025 in Pacet Village, Reban Subdistrict, Batang Regency, Central Java Province. Laboratory analyses were carried out at the Plant Production Management Laboratory, Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, and the Food Biochemistry Laboratory, Faculty of Agricultural Technology, Gadjah Mada University. The experiment was conducted on two plots of land, each assigned one treatment. Each treatment had 16 replications, and each replication consisted of three sub-replications. Each sub-replication was established in a 1 m² plot. The treatments applied were two types of harvesting models: the innovative model (T1) and the existing model (T2). Tea bushes treated with the innovative picking model showed increased shoot productivity compared to those treated with the existing model, based on growth and yield variables. However, in terms of quality, indicated by catechin content, the existing model yielded higher catechin levels than the innovative model.

Kata Kunci : teh, pemetikan, produktivitas, mutu, inovasi

  1. S1-2025-477825-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477825-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477825-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477825-title.pdf