Laporkan Masalah

Pengaruh dinamika harga komoditas batubara dan minyak bumi terhadap indeks harga saham gabungan sektor pertambangan di Indonesia: Tinjauan periode 2010-2024

Djati kairing setiatuhu, Diny Ghuzini, S.E, M.Sc., Ph.D

2025 | Skripsi | ILMU EKONOMI

Penelitian ini menganalisis pengaruh fluktuasi harga minyak dunia (OIL), harga batubara Indonesia (COAL), dan nilai tukar efektif riil Rupiah (REER) terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sektor pertambangan Indonesia periode Januari 2010 Correction Model (VECM) untuk menginvestigasi hubungan jangka pendek dan panjang, dilengkapi dengan analisis Impulse Response Function (IRF) dan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD). Data yang digunakan adalah data bulanan dari sumber seperti FRED, CEIC, BIS, dan IDX. Hasil uji mengindikasikan adanya hubungan keseimbangan jangka panjang antar keempat variabel. Estimasi VECM menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, harga minyak dunia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG pertambangan, sementara harga batubara berpengaruh positif dan signifikan. Nilai tukar Rupiah menunjukkan pengaruh negatif dalam estimasi VECM namun respons positif dalam analisis IRF, mengindikasikan dampak ganda. Hasil FEVD mengungkapkan bahwa fluktuasi IHSG sektor pertambangan lebih dominan dipengaruhi oleh faktor internalnya. Simpulan penelitian ini adalah meskipun terdapat hubungan jangka panjang, faktor fundamental komoditas dan nilai tukar bukan merupakan penggerak utama pergerakan harian IHSG sektor pertambangan Indonesia dalam periode penelitian. Implikasi penelitian ini memberikan wawasan bagi investor, pembuat kebijakan, dan akademisi mengenai dinamika pasar saham sektor pertambangan di Indonesia.

This study analyzes the effect of fluctuations in world oil prices (OIL), Indonesian coal prices (COAL), and the real effective exchange rate of the Rupiah (REER) on the Indonesian mining sector's Composite Stock Price Index (IHSG) from January 2010 to December 2024. The analysis method used is the Vector Error Correction Model (VECM) to investigate short-term and long-term relationships, supplemented by Impulse Response Function (IRF) and Forecast Error Variance Decomposition (FEVD) analyses. The data used are monthly data from sources such as FRED, CEIC, BIS, and IDX. The test results indicate a long-term equilibrium relationship between the four variables. VECM estimates show that in the long term, world oil prices have a negative and significant effect on the mining IHSG, while coal prices have a positive and significant effect. The Rupiah exchange rate shows a negative effect in the VECM estimation but a positive response in the IRF analysis, indicating a dual impact. The FEVD results reveal that fluctuations in the mining sector IHSG are more dominantly influenced by internal factors. The conclusion of this study is that despite the long-term relationship, fundamental commodity factors and exchange rates are not the main drivers of daily movements in the Indonesian mining sector's IHSG during the study period. The implications of this study provide insights for investors, policymakers, and academics regarding the dynamics of the mining sector stock market in Indonesia.

Kata Kunci : IHSG Sektor Pertambangan, Harga Batubara, Harga Minyak, Nilai Tukar, VECM.

  1. S1-2025-480626-abstract.pdf  
  2. S1-2025-480626-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-480626-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-480626-title.pdf