Pergeseran pola kerja masyarakat di sekitar jembatan sungai Barito
KHAIRUSSALAM, Dr. Partini
2005 | Tesis | S2 SosiologiBagi masyarakat Baringin bekerja untuk keberlangsungan hidupnya dengan menggunakan alat transportasi sungai Barito (baca: perahu/klotok) mempunyai dua makna sekaligus. Yaitu sebagai media pensejahteraan ekonomi dan pemupukan sosial budaya dalam hidupnya. Perahu merupakan satu medium yang sangat penting—ketika mata pencaharian mereka bertumpu di sungai Barito—dalam menciptakan tatanan sosial yang harmonis. Karena dari perahu tersebut, setiap orang akan mampu melahirkan gagasan-gagasan genuin yang sangat terkait dengan kemaslahatan kehidupan sosial kemasyarakatannya. Akan tetapi, setelah ada kebijakan pemerintah untuk membangun jembatan sungai Barito, pola kerja masyarakat secara perlahan bergeser. Perahu tidak lagi menjadi alat mata pencaharian dalam hidupnya dan tergantikan oleh pekerjaan lain. Sebagain besar dari mereka bekerja di perusahaan Dekorindo dan Tanjung Selatan (TS). Setelah adanya peralihan kerja ini banyak permasalahan yang melingkupi masyarakat Baringin. Dari sekian persoalan yang ada menarik untuk diteliti. Untuk memudahkan dalam penelitian tersebut, penulis akan menggunakan metode kualitatif sebagai basis metodologis dan menggunakan depth interveiw sebagai alat penelitian untuk memperoleh data yang valid dan akurat. Tentunya, mekanisme yang penulis lakukan dalam wawancara tersebut adalah menggunakan tehnik purposive sampling untuk memperoleh data-data yang akurat . Dari hasil penelitian yang penulis temukan di lapangan yaitu peralihan kerja masyarakat Baringin yang tertumpu ke perusahaan yang menggunakan sistem kerja modern, seperti pembagian pola kerja dalam beberapa kelompok (buruh, mandor, dan kelompok tenaga profesional) mulai menggeser solidaritas sosial di antara mereka. Individualisme, polarisme, dan segmentarisme sudah menjadi semangat baru dalam kehidupan mereka. Bahkan masing-masing mereka—terutama yang berada di kelompok mandor dan tenaga profesional—mulai menciptakan pemetaan hubungan sosial (social relation of blocking) secara segmentaristik. Semangat sosial yang berbeda tersebut, semakin berkembang menjadi bentuk sentimen sosial dan menjadi basis konflik internal di kalangan mereka. Dan kini, kontur sosial yang berkembang di dalam kehidupan kemasyarakatan mereka tidak lagi mencerminkan monografi kedesaaan yang mekanistis, Akan tetapi hubungan kemasyarakatan mereka menjadi hubungan yang organistis, sarat dengan kepentingan yang artifisial. Tidak luput juga, setiap hubungan sosial yang mereka jalin kerap didasarkan kepada keseimbangan posisi yang materilistis.
Working for survival using Barito river transportation (kayak/klotok) for Baringin society has two inherent meanings. as medium to increase their prosperity and as social cultural preservation as well. Boat (read : perahu) is an essential medium-since their livelihood are based on Barito river-in creating harmonious social orders. Boats as means of transportation encourages every each of the society’s members to bear geniun ideas which are firmly related to the development of their social life. As the government policy to build a bridge across the Barito river is effect, there has been inevitable gradual changes in working patterns among the people. Boat is no longer functioned as a means to earn living and it has been replaced by others profession immediately. Most of them currently are working in Tanjung Selatan (TS) and Dekorindo coorporation. These changes, however, cause various problem among the Baringin society. Some out of those various problem are interesting to study. In order to ease the research, the writer will apply qualitative method as the main methodology and use dept interview reserch tool to obtain accountable and valid data. Mechanism which is used for the interview is purposive sampling technic. From the research it is found that the change of Baringin work pattern from river-based livelihood to company-based which uses modern work system, such as distributing jobs into some devisions (emloyee, employer, and professional), gradually decreases the social solidarity among them. Instead, individualism, polarization, and segmentation have been adopted as brand new spirit in their live. Every each of them even,especially those who are employers and professionals, creates a social relation of blocking. Those different social spirit keep on developing and becoming social sentiment which later on turn out tobe internal conflict among them. Social contour which is currently developing in the society is no loger identical with mechanized rural monography but merely organistic ralationship which is full of artifisial interests. The relationship is often-times based on material equality.
Kata Kunci : Sosiologi,Perubahan Sosial,Pergeseran Pola Kerja Masyarakat, Pattern Work.