DISTRIBUSI PAKAN ALAMI DAN SALT LICK GAJAH SUMATRA (Elephas maximus sumatranus) DI LAHAN KONSESI PT TUSAM HUTANI LESTARI, KORIDOR PEUSANGAN, PROVINSI ACEH
Zaqia Bunga Arsita, Dr.rer.silv. Muhammad Ali Imron, S.Hut., M.Sc.
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
Elephas maximus sumatranus merupakan
satwa endemik Sumatra yang kelangsungan hidupnya dipengaruhi oleh kondisi
habitat khususnya ketersediaan pakan dan sumber mineral tambahan salt lick. Penelitian
ini dilakukan di lahan konsesi PT Tusam Hutani Lestari, Koridor Peusangan,
Provinsi Aceh dengan tujuan untuk mengetahui distribusi pakan alami serta
lokasi salt lick yang dimanfaatkan gajah sumatra.
Pengumpulan data pakan dilakukan dengan metode systematic
sampling pada grid besar 5x5 km² dan grid kecil 1x1 km². Pada tiap grid kecil dibuat plot 5x5 m² untuk pancang dan palma serta 1x1 m² untuk semai, rumput, dan tumbuhan bawah, disertai
pengambilan sampel kotoran pada setiap transek. Vegetasi
diidentifikasi dan diuji melalui cuticle microhistological analysis,
sementara kotoran dilakukan uji faecal analysis guna memastikan jenis pakan
alami. Data tanah diambil bersamaan dengan sampel pakan untuk dianalisis kandungan
mineralnya kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan kalium (K). Hasil analisis
kemudian divisualisasikan menggunakan software Arcgis 10.8 dengan metode
kernel density.
Distribusi spasial
menunjukkan konsentrasi pakan alami dan salt lick yang bervariasi, mulai
dari tutupan hutan primer, sekunder, semak, hingga perkebunan. Teridentifikasi 50 spesies pakan dari faecal
analysis dan 9 spesies terkonfirmasi dari literatur. Hasil kondisi ketersediaan
salt lick menunjukkan kandungan Ca rentang 0.0024–0.4512 cmol/kg, Mg rentang
0,0032–0,3104 cmol/kg, dan K Tersedia rentang 0.0001–0,6703 cmol/kg. Tanda-tanda
salt lick terkonsentrasi pada area dengan kandungan kalsium (Ca) relatif
tinggi. Hasil
penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pengelolaan habitat, khususnya
dalam penentuan zona prioritas konservasi, pengkayaan pakan alami, serta
pembangunan terminal salt lick di area yang minim aktivitas manusia.
Elephas maximus sumatranus is an endemic species of Sumatra whose
survival is strongly influenced by habitat conditions, particularly the
availability of natural forage and additional mineral sources such as salt
licks. This study was conducted in the concession area of PT Tusam Hutani
Lestari, Peusangan Corridor, Aceh Province, with the objective of identifying
the distribution of natural forage and the locations of salt licks utilized by
the Sumatran elephant.
Forage
data were collected using a systematic sampling method within large grids of
5×5 km² and small grids of 1×1 km². In each small grid, 5×5 m² plots were
established for saplings and palms, and 1×1 m² plots for seedlings, grasses,
and understory vegetation, accompanied by dung sampling along each transect.
Vegetation was identified and examined through cuticle microhistological
analysis, while dung samples were analyzed using faecal analysis to confirm the
types of natural forage consumed. Soil samples were collected simultaneously
with forage samples to analyze mineral content, including calcium (Ca),
magnesium (Mg), and potassium (K). The results were visualized using ArcGIS
10.8 software with the kernel density method.
Spatial
distribution analysis revealed varying concentrations of natural forage and
salt licks across different land covers, including primary forest, secondary
forest, shrubs, and plantation areas. A total of 50 forage species were
identified from faecal analysis, with 9 additional species confirmed through
literature. The availability of salt licks showed Ca concentrations ranging
from 0.0024 to 0.4512 cmol/kg, Mg from 0.0032 to 0.3104 cmol/kg, and available
K from 0.0001 to 0.6703 cmol/kg. Salt lick traces were concentrated in areas
with relatively high calcium (Ca) content. The
results of this study provide a scientific basis for habitat management,
particularly in determining conservation priority zones, enriching natural
forage, and developing salt lick terminals in areas with minimal human
activity.
Kata Kunci : Elephas maximus sumatranus, pakan, salt lick, cuticle microhistological analysis, dan kernel density; Elephas maximus sumatranus, forage, salt lick, cuticle microhistological analysis, and kernel density