Determinan Penduduk Lansia Bekerja di Provinsi Jawa Timur (Analisis Data Sakernas Agustus 2023)
Azizah Nurkhalifah, Prof. Dr. Sukamdi, M.Sc.
2025 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN
Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang mengalami penuaan populasi dengan proporsi lansia tertinggi kedua di Indonesia. Kebijakan active aging diperlukan untuk memastikan bahwa lansia tetap dapat berpartisipasi dalam proses pembangunan secara sukarela dan sesuai kapasitasnya, sembari memperoleh perlindungan dan dukungan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik demografi dan sosial lansia bekerja atau tidak bekerja serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi bekerja lansia. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2023 dengan unit analisis dalam penelitian ini adalah individu berusia 60 tahun ke atas yang berdomisili di Provinsi Jawa Timur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh lansia di Jawa Timur masih bekerja, dengan proporsi lebih tinggi di perdesaan dibandingkan perkotaan. Lansia yang bekerja umumnya adalah laki-laki, berusia 60–69 tahun, berstatus kawin, berperan sebagai kepala rumah tangga, memiliki tingkat pendidikan rendah, atau berstatus tidak mengalami gangguan fungsional. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa status tidak mengalami kesulitan fungsional memiliki kontribusi paling besar meningkatkan peluang lansia untuk bekerja, diikuti peran sebagai kepala rumah tangga, status kawin, dan jenis kelamin laki-laki. Sementara itu, tingkat pendidikan menengah/tinggi menjadi faktor yang paling besar menurunkan kemungkinan lansia untuk bekerja, diikuti usia lansia memasuki 80 tahun ke atas. Secara keseluruhan, partisipasi bekerja lansia dipengaruhi oleh kondisi sosial dan demografis yang saling berkaitan dan dibentuk oleh karakteristik wilayah. Perbedaan antara perkotaan dan perdesaan menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan lansia untuk bekerja atau tidak mencerminkan variasi tekanan sosial dan ekonomi serta struktur rumah tangga di lingkungan tempat tinggal mereka.
Jawa Timur Province had become one of the aging population regions with the second highest proportion of elderly population in Indonesia. Active aging policies are necessary to ensure that elderly can continue to participate in the development process voluntarily and according to their capacity, while receiving adequate protection. This research aims to analyze the demographic and social characteristics of the working or not working elderly and to identify the factors influencing the elderly’s working participation. The research uses secondary data from the Sakernas (August 2023), with the unit of analysis refers to the individuals aged 60 years and over residing in Jawa Timur Province.
The results show that more than half of the elderly in Jawa Timur are still actively working, with a higher proportion in rural areas compared to urban areas. Working elderly individuals are generally male, aged 60–69 years, married, heads of household, have a low level of education, and not experience difficulties. Inferential analysis reveals that the most significant factors increasing the chance of elderly individuals to work are the absence of functional difficulties, followed by the role as head of household, being married, and male. In addition, having a higher level of education and being aged 80 years above reduces the chance of employment participation. The main activity of the elderly is strongly influenced by interrelated social and demographic conditions, shaped by the characteristics of their living environments.
Kata Kunci : Lansia, Partisipasi bekerja, Faktor sosial demografis, Penuaan aktif