ANALISIS KASUS BUNUH DIRI MAHASISWA DI YOGYAKARTA DALAM PERSPEKTIF ABSURDITAS ALBERT CAMUS (1913 - 1960)
Lina Kurnia Dewi, Dr. Septiana Dwiputri Maharani, S.S., M.Hum.; Dr. Abdul Rokhmat Sairah Z, S.Fil., M.Phil.
2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kasus bunuh diri pada mahasiswa di Yogyakarta yang masih terjadi di setiap tahunnya dan mengandung persoalan eksistensial. Kasus bunuh diri mahasiswa dapat dikaji melalui perspektif absurditas Albert Camus yang menempatkaan bunuh diri sebagai problem filosofis paling mendasar: apakah hidup layak dijalani? Absurditas dipahami sebagai inti dari konflik antara keinginan untuk mencari makna hidup dan dunia tidak memberikan jawaban yang pasti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa absurditas dan makna hidup pada kasus bunuh diri mahasiswa di Yogyakarta berdasarkan perspektif absurditas Albert Camus.
Metode penelitian ini adalah filosofis deskriptif-interpretatif yang bersifat kualitatif. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dengan model penelitian mengenai masalah aktual yaitu tentang kasus bunuh diri mahasiswa di Yogyakarta yang selanjutnya dikaji dengan absurditas Albert Camus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah hermeneutik dengan unsur metodis deskripsi, interpretasi, koherensi internal, dan refleksi kritis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kasus-kasus bunuh diri mahasiswa di Yogyakarta bukan hanya disebabkan oleh berbagai tuntutan dalam hal akademik, sosial, atau ekonomi, melainkan ekspresi kegagalan individu untuk berdamai dengan absurditas hidup. (2) Menurut Camus, bunuh diri bukan solusi otentik, tetapi pelarian dari absurditas. Camus menekankan pemberontakan eksistensial yakni keberanian untuk tetap hidup, menerima absurditas, dan menciptakan makna secara sadar tanpa bergantung pada kepastian eksternal. Kesadaran atas absurditas justru menjadi jalan menuju keberanian hidup di tengah keterbatasan dan ketidakpastian.
This research is motivated by cases of student suicide in Yogyakarta, which continue to occue annually and reflect an underlying existential problem. Student suicide cases are examined through Albert Camus perspective of absurdity, which places suicide as the most fundamental philosophical problem: is life worth living? Absurdity is understood as the core conflict between the human desire to seek meaning in life and the world"s silence in providing a definite answer. This study aims to analyze absurdity and the meaning of life in student suicide cases in Yogyakarta based on Camus notion of absurdity.
This research method employed in this study is a descriptive-interpretative philosophy with a qualitative approach. This research utilitiez a library study model, focusing on the actual issue of student suicide cases in Yogyakarta, which are then examined through Albert Camus concept of absurdity. The method used in this study is hermeneutich with methodological elements of description, interpretation, internal coherence, and critical reflection.
The finding of this study indicate that: (1) Student suicide cases in Yogyakarta are not merely caused by academic, social, of economic demands, but rather represent an expression of the individual's failure to reconcile with the absurdity of life. (2) According to Camus, suicide is not an authentic solution but an escape from absurdity. Camus emphasizes existential rebellion, namely the courage to continue living, to accept absurdity, and to consciously create meaning without relying on external certainties. Awareness of absurdity itself becomes the path toward the courage to live amidst limitation and uncertainty.
Kata Kunci : Absurditas, bunuh diri, Albert Camus, makna hidup, mahasiswa