Pemodelan Dan Simulasi Tata Letak Gudang Fast Moving Consumer Goods (FMCG) Di PT XYZ Depo Bekasi
Humam Aryo Ahsan, Dr. Ir. Guntarti Tatik Mulyati, M.T.; Dr. Atris Suyantohadi, S.T.P., MT.
2025 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
Gudang distribusi dalam industri makanan dan
minuman sangat krusial karena menjadi tempat penyimpanan produk sebelum
didistribusikan dan penentu rantai pasok produk. Namun, pada gudang distribusi
PT XYZ, Depo Bekasi ditemui penggunaan tata letak penyimpanan produk di dalam
gudang masih perpindahan-pindah setiap waktunya tanpa ketetapan dan tanpa
dibantu warehouse management system (WMS). Hal tersebut menyebabkan operator
mengalami kesulitan saat proses pengambilan produk untuk dikirim dan menjadi
kurang efisien karena waktu pengambilan produk menjadi lama. Tujuan dari
penelitian adalah merancang pemodelan dan simulasi tata letak gudang untuk
memberikan solusi perbaikan yang didasarkan pembuatan skenario yang paling baik
untuk mengevaluasi jarak perpindahan dan output produk.
Pada penelitian ini, langkah awal metode yang
digunakan adalah mengevaluasi tata letak existing untuk mengetahui permasalahan
dan kondisi gudang aktual saat ini. Setelah itu, dirancang model simulasi tata
letak gudang berdasarkan kondisi aktual gudang. Model yang sudah dirancang
kemudian diuji dengan tahap uji validasi. Apabila model sudah valid, dilakukan
perbaikan dengan menerapkan tiga skenario perbaikan yang sudah dibuat sebagai
usulan tata letak gudang distribusi. Penempatan produk mengacu pada hasil perhitungan
setiap skenario dan rancangan usulan yang dihasilkan, yaitu skenario dedicated
storage, skenario class-based storage, dan skenario kombinasi dedicated storage
dan association rules. Dalam pemilihan usulan tata letak terbaik untuk
diterapkan, digunakan cara dengan perbandingan hasil dari simulasi ketiga
skenario perbaikan.
Berdasarkan hasil penelitian, perancangan
pemodelan dan simulasi tata letak sudah mampu mempresentasikan kondisi tata
letak gudang aktual. Diperoleh rancangan tata letak dari setiap skenario
berdasarkan dengan hasil perhitungan masing-masing skenario. Hasil simulasi
menggunakan FlexSim menunjukkan bahwa rancangan tata letak skenario ke-3,
dengan penggabungan pendekatan throughput/space requirements (T/S) dan
association rules, memberikan performa terbaik dengan penurunan signifikan pada
jarak perpindahan divisi placer sebesar 14,6?n picker sebesar 4,3% serta
peningkatan output produk sebesar 5,1%, sehingga direkomendasikan sebagai
solusi optimal untuk efisiensi operasional gudang.
The distribution warehouse in the food and
beverage industry plays a vital role as a storage facility prior to product
distribution and serves as a key determinant in the supply chain. However, at
PT XYZ distribution warehouse in Bekasi Depot, the current product storage
layout is frequently rearranged without a fixed system and is not supported by
a Warehouse Management System (WMS). This condition causes difficulties for
operators during the product picking process, leading to inefficiencies and
prolonged retrieval times. The objective of this study is to design a warehouse
layout model and simulation to provide improvement solutions based on the
development of optimal scenarios for evaluating travel distances and product
output.
The research methodology begins with an
evaluation of the existing layout to identify current issues and warehouse
conditions. A simulation model of the warehouse layout is then developed based
on actual conditions and validated through a model verification process. Upon
validation, three improvement scenarios are proposed as alternative warehouse
layouts: dedicated storage, class-based storage, and a hybrid approach
combining dedicated storage with association rules. Product placement is
determined based on calculations from each scenario. The best layout proposal
is selected by comparing the simulation results of all three scenarios.
The simulation results demonstrate that the proposed modeling and layout simulation effectively represent the actual warehouse conditions. Each scenario yields a distinct layout design based on its respective calculations. Using FlexSim, the third scenario integrating throughput/space requirements (T/S) with association rules delivers the best performance, achieving a significant reduction in travel distance for the placer division by 14.6% and the picker division by 4.3%, along with a 5.1% increase in product output. Therefore, this scenario is recommended as the optimal solution to enhance warehouse operational efficiency.
Kata Kunci : Gudang, tata letak, pemodelan, simulasi, skenario