Laporkan Masalah

Teknologi dan Gerakan Sosial Tata Kelola Sampah (Studi Kasus: Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna pada Komunitas Puspa Argabima dan KSM TPS 3R Brama Muda, Kabupaten Sleman, DIY)

KEVIN JOEL RICHARDSON BANGUN, Prof. Dr. Amalinda Savirani, S.I.P., M. A.

2025 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN

       Penelitian ini mengkaji kaitan kekuasaan (power) dan teknologi dalam isu pengelolaan sampah oleh komunitas. Instrumen teknologi (yakni menggunakan Maggot BSF dan mesin pengolahan sampah terpadu) merupakan faktor “non-human” yang dikembangkan dalam gerakan sosial oleh komunitas ini. Fokus kajian dalam penelitian ini adalah Komunitas Puspa Argabima di Padukuhan Klero, Kapanewon Prambanan, dan Komunitas TPS 3R Brama Muda di Dusun Dayakan, Kapanewon Ngaglik. Pertanyaan utama yang dijawab dalam tulisan ini adalah “Bagaimana relasi kuasa instrumen teknologi bekerja dalam gerakan sosial tata kelola sampah di Komunitas Puspa Argabima dan TPS 3R Brama Muda?” Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus merupakan model yang digunakan dalam penelitian ini. Data primer diperoleh melalui proses wawancara mendalam dan observasi di lapangan, sedangkan data sekunder dianalisis melalui sumber-sumber relevan. 

       Ada empat poin temuan dalam tulisan ini: Pertama, penggunaan instrumen teknologi berperan signifikan bagi keberadaan sebuah gerakan komunitas di sektor tata kelola sampah. Pemanfaatannya beragam sesuai dengan dimensi ruang dimana gerakan itu berada. Kedua, teknologi berperan ganda dalam perjalanan gerakan komunitas. Pemanfaatan Maggot BSF merupakan cikal bakal lahirnya Komunitas Puspa Argabima. Penggunaan mesin teknologi terpadu, memperluas kapasitas gerakan KSM TPS 3R Brama Muda. Ketiga, penggunaan teknologi tepat guna memengaruhi efektifitas gerakan komunitas dalam tata kelola sampah. Keempat, terdapat perbedaan dalam intensitas sampah, tipe berjejaring, dan inovasi dalam Komunitas. Perbedaan ini sangat bergantung pada jenis instrumen teknologi yang digunakan oleh masing-masing komunitas.


       This study examines the relationship between power and technology in the issue of waste management by communities. Technological instruments (Maggot BSF and integrated waste processing machines) are “non-human” factors developed in social movements by these communities. The focus of this study is the Puspa Argabima Community in Padukuhan Klero, Kapanewon Prambanan, and the TPS 3R Brama Muda Community in Dusun Dayakan, Kapanewon Ngaglik. The main question answered in this paper is “How does the power relation of technological instruments work in the social movement of waste management in the Puspa Argabima and TPS 3R Brama Muda communities?” A qualitative method with a case study approach was used in this research. Primary data was obtained through in-depth interviews and field observations, while secondary data was analyzed from relevant sources.

       There are four key findings in this paper: First, the use of technological instruments plays a significant role in the existence of a community movement in the waste management sector. Its use varies according to the spatial dimensions in which the movement operates. Second, technology plays a dual role in the journey of community movements. The use of BSF maggots was the catalyst for the birth of the Puspa Argabima Community. The use of integrated technological machinery expanded the capacity of the KSM TPS 3R Brama Muda movement. Third, the use of appropriate technology affects the effectiveness of community movements in waste management. Fourth, there are differences in waste intensity, networking types, and innovation within communities. These differences are highly dependent on the type of technological instruments used by each community.

Kata Kunci : Teknologi, Gerakan Sosial, Inovasi Sosial, Pengelolaan Sampah

  1. S1-2025-459877-abstract.pdf  
  2. S1-2025-459877-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-459877-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-459877-title.pdf