Laporkan Masalah

Analisis Dosis Terapi Ion Karbon pada Kanker Rektum Berdasarkan Sudut Penyinaran Menggunakan Program PHITS versi 3.341

Jason Imanuel Kusuma, Prof. Dr. Ir. Andang Widi Harto, M.T., IPU, ASEAN Eng. ; Prof. Ir. Yohannes Sardjono, APU

2025 | Skripsi | TEKNIK NUKLIR

Kanker kolorektal merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia, dengan lebih dari 1,9 juta kasus baru dan 900.000 kematian pada tahun 2022. Dari jumlah tersebut, kanker rektum menyumbang lebih dari 700.000 kasus dengan 340.000 kematian. Radioterapi berperan penting dalam terapi, tetapi memiliki keterbatasan berupa risiko kerusakan jaringan sehat. Terapi ion karbon menjadi alternatif menjanjikan dengan karakteristik Bragg peak yang memungkinkan distribusi dosis lebih terarah.

Penelitian dilakukan menggunakan simulasi metode Monte Carlo dengan program PHITS versi 3.341 pada fantom pria dewasa ORNL. Penyinaran dilakukan menggunakan teknik passive scattering pada variasi sudut 0°-180° dengan interval 15°. Preskripsi dosis yang digunakan sebesar 70,4 GyE dalam 16 fraksinasi. Analisis dilakukan terhadap dosis yang diterima target kanker dan organ at risk (OAR) untuk menentukan sudut penyinaran dan waktu iradiasi optimum.

Hasil menunjukkan bahwa sudut 120° merupakan sudut optimum karena mampu memberikan dosis tinggi pada target (PTV: 71,6310 GyE) sekaligus menjaga dosis pada OAR tetap rendah (rektum: 14,1612 GyE; OAR lain < 1>


Colorectal cancer is one of the leading causes of death worldwide, with more than 1.9 million new cases and 900,000 deaths in 2022. Among these, rectal cancer accounts for over 700,000 cases and 340,000 deaths. Radiotherapy plays an important role in treatment but has limitations due to the risk of damage to healthy tissues. Carbon ion therapy emerges as a promising alternative, characterized by the Bragg peak that allows for a more precise dose distribution.

This study was conducted using Monte Carlo simulation with the PHITS version 3.341 program on an adult male ORNL phantom. Irradiation was carried out using the passive scattering technique at angles ranging from 0° to 180° with 15° intervals. The prescribed dose was 70.4 GyE in 16 fractions. Dose analysis was performed on the cancer target and organs-at-risk (OARs) to determine the optimal irradiation angle and irradiation time.

The result shows that the 120° angle is the optimum setting, as it delivers a high dose to the target (PTV: 71.6310 GyE) while maintaining a low dose to OARs (rectum: 14.1612 GyE; other OARs < 1>


Kata Kunci : dosis terapi, kanker rektum, PHITS 3.341, terapi ion karbon, waktu iradiasi

  1. S1-2025-477866-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477866-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477866-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477866-title.pdf