Laporkan Masalah

Strategi Pertahanan Jepang Dalam Menghadapi Kebangkitan Kekuatan Militer Republik Rakyat Cina: Analisis Defensive Realism

Rizky Yudistira, Arindha Nityasari, S.I.P., MCyberSecAnalysis

2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Kebijakan pertahanan Jepang mengalami transformasi yang signifikan pada tahun 2022, ketika pemerintah Jepang mengumumkan sebuah program pembangunan militer berskala besar. Sebuah kebijakan yang secara fundamental berlawanan dengan kebijakan pertahanan Jepang sebelumnya. Pemerintah Jepang menyatakan bahwa salah satu faktor utama dibalik keputusan ini adalah tindakan Republik Rakyat Cina, yang dalam beberapa tahun terakhir telah mengejar agenda ekspansi dan modernisasi militer secara agresif. Meskipun bertujuan untuk mengamankan keamanan nasional Cina, langkah ini justru menganggu balance of power di kawasan Asia Timur. Dihadapkan dengan asimetri dalam kapabilitas militer yang semakin melebar setiap tahunnya, ditambah dengan kapabilitas militer yang mengalami stagnasi selama tiga dekade terakhir, kombinasi antara kedua faktor ini kemudian menjadi katalis perubahan kebijakan Jepang, yang menjadi fokus dalam penelitian skripsi ini. Dengan menggunakan kerangka Defensive Realism, skripsi ini berargumen bahwa program pembangunan militer Jepang ini merupakan upaya Jepang untuk mengembalikan balance of power melalui pengembangan kapabilitas deterrence yang kredibel terhadap Cina, dan rektifikasi terhadap stagnasi militer Jepang yang terjadi sebelumnya. Upaya ini menandai bergeraknya Jepang menuju pengembangan kapabilitas pertahanan yang lebih mandiri, dan peningkatan kemampuan untuk berkontribusi dalam pertahanan kolektif bersama sekutu-sekutunya.

Japan’s defense policy underwent a significant transformation in 2022, when the Japanese government announced a large-scale military buildup program. An approach that fundamentally contrasted with Japan’s previous defense posture. The government stated that one of the main factors behind this decision was the actions of the People’s Republic of China, which in recent years has pursued an aggressive agenda of military expansion and modernization. Although intended to strengthen China’s national security, these steps have instead disrupted the balance of power in East Asia. Faced with a widening asymmetry in military capabilities each year, compounded by Japan’s own defense stagnation over the past three decades, the interaction between these two factors became the catalyst for Japan’s policy shift, forming the central focus of this thesis. Using the framework of Defensive Realism, this thesis argues that Japan’s military buildup represents an effort to restore the balance of power through the development of credible deterrence against China and the rectification of Japan’s prolonged military stagnation. This effort marks Japan’s move toward a more autonomous defense posture and an enhanced capacity to contribute to collective defense alongside its allies.

Kata Kunci : Jepang, Keamanan Asia Timur, Doktrin Strategis

  1. S1-2025-428159-abstract.pdf  
  2. S1-2025-428159-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-428159-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-428159-title.pdf