Laporkan Masalah

GAMBARAN PARTISIPASI DAN KENDALA MASYARAKAT LOKAL BANDA NEIRA DALAM SEKTOR PARIWISATA

Sabrina Dava Putri Widodo, Mohamad Rachmadian Narotama, ST, M.Sc., Ph.D.

2025 | Skripsi | PARIWISATA

Penelitian ini mengidentifikasi sejauh mana partisipasi masyarakat lokal Banda Neira dalam sektor Pariwisata, serta menggali hambatan dan kendala yang mereka hadapi. Teori yang digunakan adalah model tangga partisipasi Arnstein yang memetakan keterlibatan masyarakat ke dalam tingkatan non-participation, tokenism, hingga citizen power. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Data primer diperoleh dari wawancara dengan masyarakat lokal, pelaku usaha parwisata, serta dinas terkait, sedangkan data sekunder berasal dari artikel, buku, dan literatur lainnya.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat lokal di Banda Neira belum terlibat secara optimal. Tingkat partisipasinya masih banyak berupa tokenism, artinya masyarakat terlibat dalam berbagai kegiatan pariwisata seperti forum musyawarah, pelatihan, dan festival budaya, tetapi belum bisa memengaruhi keputusan penting. Keterlibatan ini lebih bersifat simbolis dan administratif saja, karena keputusan strategis tetap diambil oleh pemerintah dan pihak luar daerah. Meski demikian, mulai muncul bentuk partisipasi yang menunjukkan kekuatan warga, terutama melalui inisiatif mereka dalam mengelola homestay, agrowisata, serta kegiatan Pokdarwis. Namun, partisipasi ini masih terhambat oleh berbagai masalah struktural, operasional, dan budaya, sehingga masyarakat belum menjadi pusat pengambilan kebijakan dan pengelolaan pariwisata di Banda Neira.

Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat lokal Banda Neira dalam pariwisata belum berjalan optimal dan masih cenderung formalitas. Upaya untuk mencapai pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan perlu adanya strategi pemberdayaan yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat, memperkuat aspek kelembagaan lokal, serta dialog antar-aktor untuk pariwisata berkelanjutan.

This research investigates the extent of local community participation in the tourism sector of Banda Neira and examines the barriers that hinder their active involvement. The study applies Arnstein’s ladder of participation as the theoretical framework, which categorizes community engagement into stages of non- participation, tokenism, and citizen power. A qualitative research design was employed, utilizing semi-structured interviews, participant observations, and literature review. Primary data were collected from local residents, tourism entrepreneurs, and relevant government agencies, while secondary data were derived from scholarly articles, books, and official reports. 

The study reveals that local community involvement in Banda Neira’s tourism sector remains suboptimal. Most participation occurs at the tokenism level, wherein residents engage in activities such as public consultations, training programs, and cultural festivals, yet exert limited influence over key decision- making processes. Their participation tends to be largely symbolic and administrative, as strategic authority continues to rest with governmental bodies and external actors. Nevertheless, emerging forms of community initiative— particularly in the management of homestays, agro-tourism enterprises, and local tourism awareness groups (Pokdarwis)—reflect early signs of citizen empowerment. Despite these efforts, structural, operational, and socio-cultural barriers persist, preventing the community from assuming a central and authoritative role in tourism governance and management within Banda Neira 

In conclusion, the study highlights that local community participation in Banda Neira’s tourism sector has not yet reached an optimal level and remains largely formalistic. Advancing toward inclusive and sustainable tourism necessitates empowerment strategies that enhance community capacity, reinforce local institutional structures, and promote meaningful dialogue among stakeholders to ensure more equitable and sustainable tourism development. 

Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Kendala Partisipasi, Banda Neira

  1. S1-2025-481807-abstract.pdf  
  2. S1-2025-481807-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-481807-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-481807-title.pdf