DINAMIKA SUKSESI VEGETASI SAVANA PASCA KEBAKARAN DI KALDERA TENGGER, TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU
Fatkhia Zuyyina Azka, Ir. Ni Putu Diana Mahayani, S. Hut., M. For., Ph. D.; Ir. Muhammad Reza Pahlevi, S. Pd., M. Si.
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
Savana merupakan ekosistem khas yang rentan kebakaran, termasuk savana di Kaldera Tengger, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang sejak tahun 2014 mengalami beberapa kali kebakaran dengan luas terdampak hingga 1.500 ha. Lahan savana yang terdampak secara alami mengalami suksesi pasca kebakaran yang memengaruhi struktur vegetasi, biomassa, serta iklim mikro. Penelitian ini bertujuan membandingkan struktur vegetasi dan iklim mikro pada savana pasca kebakaran dengan periode dan frekuensi berbeda dengan lahan tidak terbakar sebagai kontrol, serta menganalisis hubungan antara struktur vegetasi dan faktor iklim mikro.
Penelitian menggunakan metode Stratified Random Sampling dengan 19 strata berdasarkan kombinasi periode dan frekuensi kebakaran, serta lahan tidak terbakar. Masing-masing strata ditempatkan 5 petak ukur (5 × 5 m), sehingga total 95 petak. Vegetasi yang dijumpai adalah perdu dan herba. Variabel vegetasi yang diamati mencakup jenis, jumlah individu, dan biomassa permukaan tanah; variabel iklim mikro meliputi intensitas cahaya matahari, suhu udara dan tanah, serta kelembaban udara dan tanah. Analisis statistik deskriptif dilakukan terhadap indeks nilai penting, kerapatan, keanekaragaman jenis, biomassa, dan iklim mikro; analisis statistik inferensial menggunakan ANOVA/Kruskal-Wallis untuk perbedaan antar lahan, serta regresi linear berganda untuk hubungan struktur vegetasi dan iklim mikro.
Kerapatan vegetasi antar lahan terdampak berbeda signifikan (p ? 0,05). Kerapatan vegetasi tertinggi diamati pada lahan 2_V (482.560±152.819 ind/ha) dan yang terendah diamati pada lahan tidak terbakar (157.760±67.403 ind/ha). Biomasa vegetasi dan keanekaragaman jenis antar lahan tidak berbeda nyata. Peningkatan biomasa vegetasi selama periode suksesi secara signifikan menyebabkan penurunan suhu tanah pada kedalaman 10 cm (b = -0,017, R2 = 0,115) dan intensitas cahaya matahari (b = -10,505, R2 = 0,107). Perubahan seluruh variabel struktur vegetasi hanya bisa menjelaskan 0,2 – 11,5% variasi variabel iklim mikro pasca kebakaran.
The savanna is a vulnerable ecosystem to fire, including the Tengger Caldera savanna in Bromo Tengger Semeru National Park, which has experienced several fires since 2014 with a total burned area of up to 1,500 ha. Burned savannas undergo natural post-fire succession, affecting vegetation structure, biomass, and microclimate. This study aimed to compare vegetation structure and microclimate in post-fire savannas with different fire periods and frequencies, with unburned areas as controls, and to analyze the relationship between vegetation structure and microclimate variables.
The study used stratified random sampling with 19 strata based on fire period and frequency, including unburned areas. Five 5 × 5 m plots were established per stratum, totaling 95 plots. Vegetation consisted of shrubs and herbs. Vegetation variables included species composition, number of individuals, and aboveground biomass, while microclimate variables included light intensity, air and soil temperature, and air and soil humidity. Descriptive statistics were applied to importance value index, vegetation density, species diversity, biomass, and microclimate, while inferential statistics used ANOVA/Kruskal–Wallis tests to assess differences among strata, and multiple linear regression to examine the effects of vegetation structure on microclimate.
Vegetation density differed significantly among strata (p ? 0,05), with the highest density observed in 2_V plots (482.560±152.819 ind/ha) and the lowest in unburned plots (157.760±67,403 ind/ha). Biomass and species diversity did not differ significantly. Biomass increase during succession significantly reduced soil temperature at 10 cm depth (b = -0,017, R2 = 0,115) and light intensity (b = -10,505, R2 = 0,107). Changes in vegetation structure only explain 0,2–11,5% of the variation in microclimate variables in post-fire savannas.
Kata Kunci : Savana, kebakaran, suksesi, struktur vegetasi, iklim mikro